SEMARANGÂ – Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir mengaku telah mengantongi izin dari Presiden Jokowi soal rencana pemerintah yang akan mengimpor rektor asing untuk memimpin perguruan tinggi di Indonesia.
“Sudah saya sampaikan secara lisan, Bapak Presiden setuju,” kata Nasir usai menghadiri pengambilan sumpah dokter baru Universitas Diponegoro (Undip) di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (1/8).
Atas persetujuan Presiden itu, kata Nasir, rencana tersebut akan disampaikan dalam rapat kabinet untuk dapat ditanggapi.
Tahapan berikutnya, menurutnya, akan dilakukan perbaikan terhadap tata kelola serta peraturan perundang-undangan yang berlaku. “Budget, sistem akan ditata. Undang-undang harus diperbaiki,” terangnya.
Ia menuturkan di Indonesia terdapat sekitar 4.700 perguruan tinggi. Penerapan wacana rektor asing yang akan dimulai pada 2020 itu, katanya, diawali dengan pemetaan perguruan tinggi yang akan melaksanakannya.
Pada tahap awal, lanjutnya, akan diambil contoh di dua sampai lima perguruan tinggi untuk pelaksanaannya.
“Bisa PTNBH, bisa swasta, akan dilihat dulu,” tukasnya.