Kamis, Mei 26, 2022
  • Pendidikan
  • TV Literasi

Presiden Jokowi Tegaskan Sekolah 5 Hari Sepekan Bukan Kewajiban

Baca Juga

JAKARTA – Presiden Jokowi menegaskan bahwa lima hari sekolah dalam sepekan bukanlah suatu kewajiban agar dilaksanakan sekolah.

“Jadi perlu saya tegaskan, perlu saya sampaikan bahwa tidak ada keharusan untuk lima hari sekolah. Jadi tidak ada keharusan full day school supaya diketahui” kata Jokowi di sela-sela pertemuan dengan Jamiyah Batak Muslim Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (10/8/).

Jokowi menyadari bahwa tidak semua sekolah siap menjalankan kebijakan lima hari sekolah dalam sepekan, sehingga perlu ada kelonggaran.

“Jika ada sekolah yang memang sudah lama melakukan sekolah lima hari dan didukung masyarakat ulama dan orang tua murid silakan diteruskan silakan dilanjutkan,” katanya.

Lebih lanjut Presiden juga menjelaskan bahwa Permendibud Nomor 23 Tahun 2017 yang mengatur sekolah lima hari tersebut akan ditingkatkan menjadi Peraturan Presiden (Perpres).

“Jadi Permendikbud ini diganti dengan Perpres, lengkapnya tanyakan ke Mensesneg,” ungkap Jokowi.

Sementara itu PKB dan PBNU tegas menolak kebijakan sekolah delapan jam dan lima hari tersebut. Mereka menganggap kebijakan tersebut dapat mematikan Madrasah Diniyah (Madin).

Bahkan untuk menunjukkan keseriusan penolakan, Wasekjen PKB mengancam akan mencabut dukungan kepada Jokowi pada Pilpres 2019 jika kebijakan tersebut tetap dijalankan.

“Kalau tidak ditanggapi Presiden, maka dapat kita katakan Jokowi sudah tidak berpihak kepada masyarakat Diniyah, Jokowi menipu umat Islam, Jokowi tidak perlu kita pertahankan di 2019,” kata Imanulhaq. (IwanS)

6 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terpopuler

Kursus Bahasa Indonesia di Universitas BBS Hungaria

JAKARTA - Budapest Business School (BBS), University of Applied Science, Hungaria, membuka kelas Bahasa Indonesia sebagai salah satu kursus bahasa yang dipilih mahasiswanya untuk...

Tingkat Literasi Pelajar Indonesia Masih Rendah, Inilah Hasil Survei PISA

Kompetensi membaca pelajar Indonesia menurut hasil survei PISA 2015 meraih nilai 397. Angka ini jauh di bawah  rata-rata OECD sebesar 493. Demikian pula skor kompetensi matematika hanya 386, tertinggal dari rata-rata OECD sebesar 490.

Perpustakaan Tulungagung Dapat Tambahan Koleksi Sebanyak 586 Judul Buku

Sebanyak 586 judul buku baru tersebut terdiri dari 365 judul dalam bentuk buku elektronik (e-book), dan 221 judul dalam bentuk buku fisik dengan jumlah buku sebanya 275 buah.

Luar Biasa, 80 Persen Siswa di Sekolah Ini Langsung Diterima Bekerja di Industri

“Sekolah kami untuk siap kerja, bukan untuk kuliah. Kami bisa menerima siswa yang ingin kuliah, tetapi kami utamakan (perguruan tinggi) yang sudah kerja sama (dengan kami),” ujar Kepala Sekolah.

Berita Terkait

close