Selasa, Desember 7, 2021
  • Pendidikan
  • TV Literasi

Sinetron Anak Langit Mendapat Surat Teguran dari KPI

Baca Juga

JAKARTA – Sinetron “Anak langit” yang tayang perdana 20 Februari 2017 di SCTV dinilai Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) tidak memperhatikan ketentuan tentang perlindungan anak dan remaja yang telah diatur dalam Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program siaran (P3SPS).

Melalui penjelasannya di akun twitter @KPI_Pusat, bahwa Sinetron “Anak Langit” pada tayangan tanggal 20 Februari banyak menampilkan muatan yang mengarah pada kekerasan (perkelahian) dan perilaku tidak pantas (balapan motor/kebut-kebutan) yang dikhawatirkan bisa memberikan pengaruh buruk bagi khalayak yang menonton.

Atas dasar pertimbangan tersebut maka sinetron “Anak Langit” yang dibintangi oleh Ammar Zoni dan Ranty Maria ini mendapat Surat Peringatan Tertulis pada tanggal 7 Maret 2017 serta memberi kesempatan kepada pihak terkait untuk melakukan evaluasi internal atas program siaran tersebut.

KPI mengharapkan kedepan sinetron “Anak Langit” dapat mengikuti P3SPS yang berlaku dan memperbaiki konten siaran dengan senantiasa menayangkan hal-hal yang bermuatan nilai-nilai pendidikan dan ilmu pengetahuan, nilai-nilai sosial budaya, budi pekerti, hiburan, apresiasi estetik dan penumbuhan rasa ingin tahu remaja terhadap lingkungan sekitar.

KPI memiliki kewenangan menyusun dan mengawasi berbagai peraturan penyiaran yang menghubungkan antara lembaga penyiaran, pemerintah dan masyarakat. Dalam menjalankan kewenangannya KPI berkoordinasi dengan pemerintah dan lembaga negara lainnya karena spektrum pengaturannya yang saling berkaitan.

KPI juga menampung dan menindaklanjuti segenap bentuk apresiasi masyarakat terhadap lembaga penyiaran. Kasus pemberian surat teguran tertulis pada sinetron “Anak Langit” ini salah satu dasarnya adalah adanya aduan dari masyarakat. Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan agar kewenangan KPI dalam pengawasan bisa lebih optimal.

Selain sinetron “Anak Langit”, KPI juga sudah banyak mengeluarkan surat teguran untuk tayangan yang tidak mematuhi P3SPS diantaranya Selebrita Siang, Insert Pagi, Halo Selebriti, Big Movies dan lain-lain.

KPI Pusat periode 2016-2019 diketuai oleh Yuliandre Darwis tokoh akademisi yang pernah mendapatkan penghargaan sebagai Tokoh Peduli Penyiaran oleh KPI pada tahun 2016. Beliau juga pernah menjabat sebagai Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Andalas.

EDITOR: Iwan Y

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terpopuler

Walau Telah Berusia 71 Tahun, Gondo Berhasil Rampungkan Pendidikan S-2 di ITS

Tekad besar Soejoto untuk menuntut ilmu membawanya dalam tujuan yang diinginkan. Pria yang selalu ceria ini sukses menuntaskan program magister (S-2) Teknik Kimia ITS dan resmi diwisuda di Graha Sepuluh Nopember ITS pada Ahad (15/9) kemarin.

Ombudsman: Sekolah Jual Seragam dan LKS ke Siswa Bisa Disanksi Administrasi dan Pidana

Agus menegaskan bahwa jual beli seragam, buku pelajaran dan LKS yang dilakukan pihak sekolah merupakan mal administrasi, sebuah pelanggaran administrasi, juga dapat dikategorikan sebagai tindakan Pungutan Liar atau Pungli, yang dapat dikenakan sanksi pidana bagi pelakunya.

Wow! Belum Sebulan, Buku “Mantappu Jiwa” Jerome Polin Sudah Terjual 20 Ribu Eksemplar

Buku 'Mantappu Jiwa' berisi catatan-catatan Jerome yang gigih memperjuangkan pendidikan sampai mendapat beasiswa penuh program sarjana Mitsui Bussan di Waseda University, Jepang.

Perpustakaan Tulungagung Dapat Tambahan Koleksi Sebanyak 586 Judul Buku

Sebanyak 586 judul buku baru tersebut terdiri dari 365 judul dalam bentuk buku elektronik (e-book), dan 221 judul dalam bentuk buku fisik dengan jumlah buku sebanya 275 buah.

Berita Terkait

close