Jumat, Mei 27, 2022
  • Pendidikan
  • TV Literasi

Fahira: Buku Pelajaran Kebenarannya Mutlak, Isinya Tidak Boleh Menyesatkan

Baca Juga

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Di tengah kecaman keras terhadap kebijakan Presiden Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, dunia pendidikan Indonesia dikejutkan dengan beredarnya buku pelajaran sekolah mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Kelas 6 Sekolah Dasar (SD) yang menuliskan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

“Bagi siswa apalagi SD, semua informasi yang ada di buku pelajaran itu adalah kebenaran mutlak, makanya tidak boleh sama sekali ada informasi yang salah apalagi menyesatkan. Mencantumkan Ibu Kota Israel adalah Yerusalem adalah kesalahan yang sangat fatal,” ujar Ketua Komite III DPD yang membidangi soal pendidikan Fahira Idris, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta (13/2).

“Kami minta Kemdikbud mengecek buku-buku IPS terbitan lain dan menarik segera jika ditemui kesalahan yang sama. Kami juga minta Kemdikbud menyelidiki kesalahan ini dan beri sanksi kepada pihak-pihak yang terlibat,” imbuhnya menegaskan.

Fahira mengungkapkan keheranannya karena kesalahan informasi sefatal ini bisa terjadi dan lolos dari amatan penulis dan penyunting bahkan mendapat izin dari otoritas lain di bidang pendidikan. Kejadian ini menujukkan selama puluhan tahun, dunia pendidikan kita belum mempunyai sistem yang ketat dalam menyeleksi semua buku pelajaran sebelum sampai ke tangan siswa.

Ditemukannya informasi yang menyesatkan dalam buku pelajaran siswa bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya masyarakat juga dikejutkan dengan buku ajar SD bermuatan pornografi dan buku ajar kelas X dan XI Sekolah Menengah Atas (SMA) mengandung materi radikal yang sangat berbahaya karena menanamkan rasa kebencian.

“Ini warning bagi Kemdikbud bahwa hingga saat ini ada masalah serius dalam mekanisme seleksi buku ajar sebelum sampai ke tangan siswa. Buku-buku seperti ini tidak akan beredar kalau ada mekanisme seleksi yang ketat,” kata Senator Jakarta ini.

Bagi anak-anak, lanjut dia, semua materi dalam buku ajar yang mereka terima dari sekolah adalah sebuah kebenaran. Oleh karenanya dia berharap harus ada solusi konkret ke depan.

“Kesalahan informasi seperti ini harus jadi yang terakhir,” tegasnya. (SU02)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terpopuler

Kursus Bahasa Indonesia di Universitas BBS Hungaria

JAKARTA - Budapest Business School (BBS), University of Applied Science, Hungaria, membuka kelas Bahasa Indonesia sebagai salah satu kursus bahasa yang dipilih mahasiswanya untuk...

Tingkat Literasi Pelajar Indonesia Masih Rendah, Inilah Hasil Survei PISA

Kompetensi membaca pelajar Indonesia menurut hasil survei PISA 2015 meraih nilai 397. Angka ini jauh di bawah  rata-rata OECD sebesar 493. Demikian pula skor kompetensi matematika hanya 386, tertinggal dari rata-rata OECD sebesar 490.

Perpustakaan Tulungagung Dapat Tambahan Koleksi Sebanyak 586 Judul Buku

Sebanyak 586 judul buku baru tersebut terdiri dari 365 judul dalam bentuk buku elektronik (e-book), dan 221 judul dalam bentuk buku fisik dengan jumlah buku sebanya 275 buah.

Luar Biasa, 80 Persen Siswa di Sekolah Ini Langsung Diterima Bekerja di Industri

“Sekolah kami untuk siap kerja, bukan untuk kuliah. Kami bisa menerima siswa yang ingin kuliah, tetapi kami utamakan (perguruan tinggi) yang sudah kerja sama (dengan kami),” ujar Kepala Sekolah.

Berita Terkait

close