Jumat, September 25, 2020
  • Pendidikan
  • TV Literasi

Kepala SD Muhammadiyah 06 Surabaya yang Baru Dilantik, Siapkan Kegiatan Pelatihan PBM

Baca Juga

SURABAYA – Hari Kamis (6/7) kemarin menjadi hari yang bersejarah bagi SD Muhammadiyah 06 Gadung, Surabaya, dan SD Muhammadiyah 24 Ketintang, Surabaya. Pasalnya, pada hari itu dua kepala sekolah yang baru di sekolah itu, yang berada di lingkungan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonokromo, Surabaya, dilantik secara resmi.

Masing-masing kepala sekolah yang baru itu terpilih setelah mengikuti proses seleksi dan tes kepala sekolah yang dilakukan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surabaya.

Sekretaris PDM Kota Surabaya H.M. Arif An, SH, melantik Munahar, SHI, sebagai Kepala SD Muhammadiyah 6 Gadung, Surabaya, dan Norma Setyaningrum, SPd sebagai Kepala SD Muhammadiyah 24 Ketintang, Surabaya, untuk periode 2017-2021.

Dalam sambutannya, Arif mengatakan, kader-kader terbaik persyarikatan harus ditempatkan di tempat yang layak.

“Tapi ingat, jika sudah diberi amanah harus lebih dalam segala hal, mulai dari loyalitas dan komitmen memajukan amal usaha sebagai proses perwujudan Islam yang berkemajuan,” imbuh Arif dalam sambutannya.

Ia mengakhiri sambutannya dengan parikan. Parikan adalah pantun dalam budaya masyarakat Jawa Timur, khususnya Surabaya dan sekitarnya.

“Tuku roti bakar diolesi keju. Kepala Sekolah Pak Munahar pasti maju”. Kemudian disusul pantun, “Cangkruk nang omah akeh kertas. Kepala Sekolah Bu Norma pancen cerdas”.

Memang fenomenal proses pelantikan Munahar ini. Belum ada satu jam setelah dilantik sebagai kepala sekolah, ia langsung tancap gas menyusun rencana kegiatan.

Salah satunya, Kegiatan Pelatihan “Pembelajaran Berbasis Minat” bersama Drs. Ahmad Hariyadi, M.Pd. Tujuan kegiatan adalah untuk men-charge keterampilan mengajar sebagai persiapan tahun pelajaran 2017-2018 yang akan mulai masuk 17 Juli 2017 nanti.

Hal ini penting karena jenis pembelajaran ini (Pembelajaran Berbasis Minat) belum pernah disosialisasikan di Indonesia.

Proses Pembelajaran ini dimulai dengan apa yang diinginkan siswa melalui metode (brainstorming). Ketika siswa sudah berminat terhadap sebuah tema, maka partisipasi dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran akan semakin aktif, menarik, dan menyenangkan.

“Saya berharap, masuk tahun pelajaran baru ini, bapak/ibu guru telah siap dengan pembelajaran yang baru dan terbarukan, dan ini bagian dari inovasi pembelajaran untuk mewujudkan generasi terbaik di masa yang akan datang,” kata Munahar yang juga Bendahara Majelis Pelayanan Sosial (MPS) PDM Surabaya.

Perjalanan Munahar sebagai kepala Sekolah juga tidak bisa dipandang sebelah mata selama memimpin SD Muhammadiyah 24. Mulai dari hanya memiliki 60 siswa, se-Surabaya paling kecil (jumlah siswa), se-Jawa timur (sekolah Muhammadiyah) nomor dua paling akhir. Namun, saat ini siswa SD Muhammadiyah hampir mencapai 200. Bahkan tahun ini terdapat kekurangan lokal satu kelas, sehingga belajarnya di masjid.

Ini merupakan catatan prestasi tersendiri bagi seorang yang mengangkat prestise sekolah SD Muhammadiyah 24 menjadi lebih dipercaya masyarakat. (IwanY)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terpopuler

Berita Terkait

close