Jumat, November 27, 2020
  • Pendidikan
  • TV Literasi

Buka Raimuna Nasional XI 2017, Ini Pesan Jokowi Untuk Pramuka

Baca Juga

JAKARTA – Presiden Joko Widodo meminta agar anggota Gerakan Pramuka bisa melakukan terobosan, tidak berpikir linear, dan tidak terjebak rutinitas untuk mengantisipasi perubahan global.

“Gerakan Pramuka harus melakukan terobosan jangan berpikir linear, jangan terjebak rutinitas, dan monoton,” kata Presiden Jokowi saat membuka Raimuna Nasional XI 2017 sebagai rangkaian acara Hari Pramuka ke-56 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Senin (14/8).

Menurut Presiden, tugas untuk menjaga pramuka supaya selalu bersemangat muda sebenarnya ada di pundak anak-anak muda Indonesia.

Oleh karena itu, ia mengingatkan bahwa generasi pramuka adalah generasi milenial, generasi Y yang cara berpikiran sangat berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya.

“Mereka adalah generasi adaptif dengan kemajuan teknologi, generasi yang sangat kreatif, generasi yang sangat inovatif,” katanya.

Ia juga meminta agar para pembina gerakan pramuka untuk selalu mendidik generasi muda anggota pramuka bukan saja latihan baris berbaris, cara membangun tenda, atau membuat simpul tali saja.

“Tapi juga harus memandu adik-adik pramuka dalam disiplin menggunakan media sosial yang positif dan yang produktif,” katanya.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terpopuler

Perpustakaan Tulungagung Dapat Tambahan Koleksi Sebanyak 586 Judul Buku

Sebanyak 586 judul buku baru tersebut terdiri dari 365 judul dalam bentuk buku elektronik (e-book), dan 221 judul dalam bentuk buku fisik dengan jumlah buku sebanya 275 buah.

Inilah 14 Dosen IAIN Pekalongan Yang Lolos Nominee Bantuan Hibah Kemenag 2020

Pengumuman nominee tersebut merujuk pada Surat Keputusan yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia (Dirjen Pendis Kemenag RI) Nomor 5042 Tahun 2019, tertanggal 10 September 2019.

Sleepover dan Membangun Karakter

Di luar itu semua, ada juga yang kombinasi dari beberapa alasan di atas. Apa pun alasannya, kegiatan sleepover ternyata bermanfaat untuk membangun kohesi sosial, keterikatan serta pembangunan karakter, saling memahami, dan membangun sifat toleransi

Berita Terkait

close