Senin, April 19, 2021
  • Pendidikan
  • TV Literasi

Indonesia Dapat Tawaran Beasiswa Nonreligi dari Arab Saudi

Baca Juga

JAKARTA – Kementerian  Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi mendapatkan tawaran beasiswa dari Pemerintah Arab Saudi. Beasiswa tersebut digunakan untuk pendidikan tingi nonreligi. Khususnya bisa sains dan enginnering. Tawaran dari Arab Saudi ini digunakan bagi 200-250 calon mahasiswa Indonesia.

“Kami  akan meminta tambahan jika memang kuota yang diberikan itu kurang,” kata Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir di Jakarta, Rabu (1/3). Menurutnya saat ini baru 25 kuota yang dimanfaatkan. Diharapkan,  peluang beasiswa dari Arab Saudi tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik.

Terkait kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz Al-Saud ke Indonesia, kata Nasir, akan ditandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama riset dan pendidikan tinggi Indonesia dan Arab. Khususnya pada bidang mineral dan material itu direncanakan akan berjang waktu tiga tahun sejak 2017.

“Saya sudah melakukan komunikasi dengan duta besarnya di Jakarta untuk bisa mewujudkan kerja sama ini. Arab Saudi punya riset luar biasa di bidang mineral dan material,” kata menristekdikti.

Selama ini, menurut Nasir, masih ada anggapan masyarakat di Indonesia yang melihat pendidikan tinggi Arab Saudi tertinggal. Akibatnya, sejumlah kalangan masih enggan memanfaatkan fasilitas beasiswa tersebut. Namun setelah mereka datang dan melihat ke Arab Saudi ternyata fasilitas dan riset mereka berkembang dengan baik.

Menurut Nasir, perguruan tinggi Arab Saudi dalam 10 tahun lalu memang masih di bawah Indonesia. Namun pada 2016, posisi mereka ada di peringkat 225. Bahkan saat ini berada di posisi 181 dari 500 perguruan tinggi terbaik di dunia.

“Kerja keras mereka luar biasa. Makanya kita ingin bekerja sama di bidang pendidikan tinggi maupun riset, khususnya di bidang mineral dan material ini,” lanjutnya.

EDITOR: Rizky

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terpopuler

Tingkat Literasi Pelajar Indonesia Masih Rendah, Inilah Hasil Survei PISA

Kompetensi membaca pelajar Indonesia menurut hasil survei PISA 2015 meraih nilai 397. Angka ini jauh di bawah  rata-rata OECD sebesar 493. Demikian pula skor kompetensi matematika hanya 386, tertinggal dari rata-rata OECD sebesar 490.

Berita Terkait

close