Jumat, November 27, 2020
  • Pendidikan
  • TV Literasi

Masuki 2018, Unusa Target Seluruh Prodi Terakreditasi

Baca Juga

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), menargetkan pada tahun 2018, seluruh Program Studi (Prodi) sudah terakreditasi.

“Usia UNUSA baru lima tahun namun separuh dari 16 prodi yang ada sudah mengantongi Akreditasi B,” ungkap Rektor Unusa, Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng, di Ruang Rektor, Tower Unusa Lantai 4 Kampus B Unusa Jemursari, Surabaya, Kamis (4/1).

Menurut Jazidie, dipenghujung tahun 2017, ada satu prodi yang sudah mengantongi akreditasi B, yaitu Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).

“Di 2018 yang belum terakreditasi akan kita lakukan sehingga semua prodi Unusa minimal sudah akreditasi B,” ujarnya.

Diakui Jazidie, ada beberapa prodi yang akan dilakukan reakreditasi. Di antaranya Analisis Kesehatan, Manajemen, Pendidikan Guru (PG) PAUD, Pendidikan Dokter dan lainnya.

“Sementara untuk Bahasa Inggris dan K3 masih tahun depan akan dilakukan reakreditasi,” katanya.

Proses reakreditasi bisa cepat, karena didukung semua dosen dan karyawan Unusa.

Menurut Achmad, walau tidak memiliki jurusan atau program studi agama, namun sebagai lembaga pendidikan Nahdlatul Ulama (NU), Unusa juga memiliki kedekatan dengan pondok pesantren melalui pos kesehatan pesantren (poskestren).

“Kita lebih fokus pada dunia kesehatan, yang bisa kita berikan adalah sharing tentang kesehatan di pondok pesantren melalui program itu. Kita hanya ingin sharing apa yang kita miliki agar bermanfaat bagi semua umat,” jelasnya. (Devan/Hrn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terpopuler

Perpustakaan Tulungagung Dapat Tambahan Koleksi Sebanyak 586 Judul Buku

Sebanyak 586 judul buku baru tersebut terdiri dari 365 judul dalam bentuk buku elektronik (e-book), dan 221 judul dalam bentuk buku fisik dengan jumlah buku sebanya 275 buah.

Inilah 14 Dosen IAIN Pekalongan Yang Lolos Nominee Bantuan Hibah Kemenag 2020

Pengumuman nominee tersebut merujuk pada Surat Keputusan yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia (Dirjen Pendis Kemenag RI) Nomor 5042 Tahun 2019, tertanggal 10 September 2019.

Sleepover dan Membangun Karakter

Di luar itu semua, ada juga yang kombinasi dari beberapa alasan di atas. Apa pun alasannya, kegiatan sleepover ternyata bermanfaat untuk membangun kohesi sosial, keterikatan serta pembangunan karakter, saling memahami, dan membangun sifat toleransi

Berita Terkait

close