Jumat, Mei 27, 2022
  • Pendidikan
  • TV Literasi

Mahasiswa ITS Luncurkan Terobosan Baru Untuk Masyarakat Pesisir

Baca Juga

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Mahasiswa asal Surabaya menciptakan terobosan baru dibidang kelistrikan yang ditujukan bagi masyarakat yang tinggal di pesisir pulau. Karena sejauh ini masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut masih jarang dialiri arus Listrik.

Melihat kondisi tersebut, empat mahasiswa dari Departemen Teknik Elektro, Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, mengkonsep suatu pembangkit listrik tenaga gelombang laut. Alat ini, bernama Indonesia Tidal Power (INTIP).

Keempatnya adalah Ghufron Fawaid, Muhammad Rifky Abdul Fattah, Pinanggih Rahayu dan Aniq Jazilatur.

“Kebutuhan ini tidak mampu terpenuhi dengan pembangkit listrik yang ada sekarang, maka perlunya terobosan baru,” ungkap Rifky saat ditemui SERUJI, Kamis (4/1).

Sebagai negara kepulauan, jelas Rifky, gelombang laut Indonesia memiliki potensi energi yang sangat besar yang berpotensi meningkatkan rasio kelistrikan elektrifikasi.

“Rasio elektrifikasi adalah perbandingan jumlah daerah yang telah di aliri listrik dengan keseluruhan wilayah,” terangnya.

Diungkapkan juga oleh Rifky bahwa teknologi pembangkit energi listrik tenaga ombak yang paling bagus adalah Oscilating Water Column.

”Cara pengaplikasian alat ini, diletakkan di pesisir laut dan sangat cocok digunakan sebagai pembangkit listrik di daerah pesisir pulau,” ujarnya.

Sayangnya, Oscilating Water Column memiliki tingkat efisiensi yang masih rendah karena suplai udara ke generator tidak kontinyu. Sehingga mereka membuat kombinasi tenaga gelombang laut tipe Oscilating Water Column dan angin yang memanfaatkan sistem katub.

“Kami manfaatkan udara bertekanan tersebut untuk menggerakan pembangkit listrik tenaga angin,” jelasnya. (Devan/Hrn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terpopuler

Kursus Bahasa Indonesia di Universitas BBS Hungaria

JAKARTA - Budapest Business School (BBS), University of Applied Science, Hungaria, membuka kelas Bahasa Indonesia sebagai salah satu kursus bahasa yang dipilih mahasiswanya untuk...

Tingkat Literasi Pelajar Indonesia Masih Rendah, Inilah Hasil Survei PISA

Kompetensi membaca pelajar Indonesia menurut hasil survei PISA 2015 meraih nilai 397. Angka ini jauh di bawah  rata-rata OECD sebesar 493. Demikian pula skor kompetensi matematika hanya 386, tertinggal dari rata-rata OECD sebesar 490.

Perpustakaan Tulungagung Dapat Tambahan Koleksi Sebanyak 586 Judul Buku

Sebanyak 586 judul buku baru tersebut terdiri dari 365 judul dalam bentuk buku elektronik (e-book), dan 221 judul dalam bentuk buku fisik dengan jumlah buku sebanya 275 buah.

Luar Biasa, 80 Persen Siswa di Sekolah Ini Langsung Diterima Bekerja di Industri

“Sekolah kami untuk siap kerja, bukan untuk kuliah. Kami bisa menerima siswa yang ingin kuliah, tetapi kami utamakan (perguruan tinggi) yang sudah kerja sama (dengan kami),” ujar Kepala Sekolah.

Berita Terkait

close