Kamis, Oktober 1, 2020
  • Pendidikan
  • TV Literasi

Pengawas Sekolah Kabupaten Sidoarjo Ikuti Kursus Mahir Dasar Kepramukaan

Baca Juga

SIDOARJI, SERUJI.CO.ID – Sebanyak 55 orang pengawas sekolah mulai tingkat TK, SD, dan SMP, serta pengawas sekolah Pendidikan Agama Islam mengikuti Kursus Mahir Dasar (KMD) Jenggala 184 Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Sidoarjo.
Kegiatan tersebut digelar mulai tanggal 8 Januari hingga 12 Januari 2017.
Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin dalam pembukaannya mengatakan, jumlah pembina Gerakan Pramuka Kabupaten Sidoarjo selalu meningkat setiap tahunnya. Namun, kebutuhan pembina mahir masih belum terpenuhi oleh Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Sidoarjo.
“Saya atas nama ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Sidoarjo mengucapkan terimakasih kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo yang selalu mensupport Kwarcab Sidoarjo melalui beberapa kegiatannya,” ungkapnya, saat diwawancarai wartawan di kantor PGRI Kabupaten Sidoarjo, Senin (8/1).
Lebih lanjut, dia mengatakan tugas dan tanggung jawab pembina Pramuka cukup berat, terutama mendidik anak bangsa agar berjiwa Pancasila, setia dan patuh kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Berbahagialah kita yang terpanggil dengan sukarela memerankan diri sebagai pembina Pramuka,” terangnya.
Sementara itu, Koordinator KMD, Suwandi menambahkan, kegiatan KMD digelar di dua tempat. Tanggal 8-9 Januari dilakukan di Kantor PGRI Kabupaten Sidoarjo, dan tanggal 10-12 Januari di Puri Gendis Trawas Mojokerto dalam bentuk perkemahan.
“Tujuannya untuk meningkatkan kompetensi pengawas sekolah dalam memahami kegiatan ekstrakulikuler wajib pendidikan kepramukaan,” kata dia.
Ia berharap melalui KMD tersebut pengawas sekolah mampu mengaplikasikan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI (Permendiknas) Nomer 63 Tahun 2014 tentang Pendidikan Kepramukaan Sebagai Kegiatan Ekstrakulikuler Wajib Pada Pendidikan Dasar dan Menengah di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo. (Devan/SU05)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terpopuler

Kitab Kuning, (Apakah) Sudah Terlupakan?

Ada banyak nama sebagai sebutan lain dari kitab yang menjadi referensi wajib di pesantren ini disebut “kitab kuning” karena memang kertas yang digunakan dalam kitab-kitab tersebut berwarna kuning.

Inilah 14 Dosen IAIN Pekalongan Yang Lolos Nominee Bantuan Hibah Kemenag 2020

Pengumuman nominee tersebut merujuk pada Surat Keputusan yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia (Dirjen Pendis Kemenag RI) Nomor 5042 Tahun 2019, tertanggal 10 September 2019.

Berita Terkait

close