Kamis, Mei 26, 2022
  • Pendidikan
  • TV Literasi

Pengenalan Pendidikan Sejak Dini, Awal Pembentukan Karakter Anak

Baca Juga

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2018, merupakan momen khusus dimana orang tua maupun keluarga mengenalkan dunia pendidikan pada anak sejak dini. Hal ini diungkapkan Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia, Jatim Drs. Ichwan Sumadi.

Pentingnya pengenalan dunia pendidikan sejak dini, sebagai pondasi awal untuk membentuk suatu karakter anak melalui hal positif, maka orang tua harus turut bertanggung jawab dalam hal tersebut.

“Pendidikan menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya guru, melainkan tanggung jawab pemerintah, masyarakat dan keluarga,” ujar Ichwan saat dikonfirmasi SERUJI, Rabu (2/5).

Dijelaskan oleh Ichwan, pentingnya membangun pendidikan karakter yang dimulai dari keluarga, karena pondasi awal perlu dimulai dari lingkungan luar sekolah yakni keluarga.

“Ketika pondasi awal karakter anak dimulai dari keluarga, maka pihak pendidik hanya mengembangkan dan menebar pilihan karakter anak tersebut,” terangnya.

Namun jika keluarga besar belum membekali dengan baik, lanjut Ichwan nantinya akan sulit membiasakan melakukan hal baik di sekolah, karena pendidikan harus dimulai sejak dini .

“Pendidikan memang harus dimulai sejak dini, misalnya ketika anak masih didalam kandungan, sudah mengawali proses pendidikan, dalam ilmu kesehatan anak yang masih dalam kandungan sudah didengarkan musik yang merdu mendayu-dayu dan ayat Al-Quran,” ujarnya. (Devan/Hrn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terpopuler

Kursus Bahasa Indonesia di Universitas BBS Hungaria

JAKARTA - Budapest Business School (BBS), University of Applied Science, Hungaria, membuka kelas Bahasa Indonesia sebagai salah satu kursus bahasa yang dipilih mahasiswanya untuk...

Tingkat Literasi Pelajar Indonesia Masih Rendah, Inilah Hasil Survei PISA

Kompetensi membaca pelajar Indonesia menurut hasil survei PISA 2015 meraih nilai 397. Angka ini jauh di bawah  rata-rata OECD sebesar 493. Demikian pula skor kompetensi matematika hanya 386, tertinggal dari rata-rata OECD sebesar 490.

Perpustakaan Tulungagung Dapat Tambahan Koleksi Sebanyak 586 Judul Buku

Sebanyak 586 judul buku baru tersebut terdiri dari 365 judul dalam bentuk buku elektronik (e-book), dan 221 judul dalam bentuk buku fisik dengan jumlah buku sebanya 275 buah.

Luar Biasa, 80 Persen Siswa di Sekolah Ini Langsung Diterima Bekerja di Industri

“Sekolah kami untuk siap kerja, bukan untuk kuliah. Kami bisa menerima siswa yang ingin kuliah, tetapi kami utamakan (perguruan tinggi) yang sudah kerja sama (dengan kami),” ujar Kepala Sekolah.

Berita Terkait

close