Selasa, Februari 18, 2020
  • Buku
  • TV Literasi

Perpustakaan Tulungagung Dapat Tambahan Koleksi Sebanyak 586 Judul Buku

Baca Juga

TULUNGAGUNG – Perpustakaan Daerah (Perpusda) Tulungagung, Jawa Timur kembali mendapatkan tambahan koleksi judul buku baru. Sebanyak 586 judul buku baru tersebut terdiri dari 365 judul dalam bentuk buku elektronik (e-book), dan 221 judul dalam bentuk buku fisik dengan jumlah buku sebanya 275 buah.

Diberitakan surya.co.id, penggunaan e-book di Perpusda Tulungagung sudah dimulai sejak Februari 2019.

“Pengadaan (e-book) dilakukan pihak ke-3, kami tinggal pakai saja,” terang Pustakawan Perpusda Tulungagung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Muslichah, di Tulungagung, Senin (7/10).

Muslichah menilai, keberadaan e-book memberi kemudahan bagi anggota, karena bisa diakses kapan saja dan dimana saja. Anggota tidak harus datang ke Perpusda, cukup mengakses lewat jaringan internet dari gawai masing-masing.

“Selain itu e-book juga menguntungkan, karena tidak perlu melakukan perawatan seperti buku fisik. Tapi e-book ini hanya boleh dibaca, tidak boleh diunduh,” jelas Muslichah.

Sementara itu, penambahan buku fisik yang berjumlah 221 judul, telah meningkatkan koleksi perpustakaan yang sebelumnya sebanyak 24.761 judul.

Dijelaskan Muslichah, penambahan koleksi baru biasanya mengacu pada usul anggota, katalog dan tawaran dari penerbit. “Yang paling banyak diusulkan buku baru di bidang agama, kemudian disusul yang lainnya,” ungkapnya.

Tingginya usulan buku agama, diperkirakan karena banyaknya anggota dari mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung.

Selain tambahan buku baru, setiap bulan rata-rata ada 70 buku yang rusak. Buku-buku yang rusak biasanya yang paling laris dipinjam. “Yang rusak semuanya berusaha kami perbaiki, kemudian kami sajikan kembali,” ujarnya.

Saat ini jumlah anggota Perpuda Tulungagung yang buku setiap hari ini, sebanyak 27.334 orang. Sedangkan kunjungan setiap hari mencapai 200-230 orang. Jika ada kunjungan kolektif, angka pengunjung bisa mencapai 300 orang per hari.

“Sekarang kan banyak sekolah, seperti TK yang berkunjung bersama ke Puspusda,” pungkas Muslichah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terpopuler

Mulai 2020, Dana BOS Tidak Boleh Lagi Digunakan Untuk Gaji Guru Honorer

Hal itu dilakukan pemerintah, jelas Muhadjir, karena menimbulkan masalah bagi sekolah yang fasilitas operasionalnya tidak terpenuhi akibat BOS banyak terpakai untuk membayar gaji guru honorer.

Berita Terkait

close