Senin, Juni 27, 2022
  • Pendidikan
  • TV Literasi

Pemprov Jawa Tengah Membolehkan SLTA di Daerah Itu Pungut Sumbangan

Baca Juga

SEMARANG – Pemerintah provinsi Jawa Tengah lewat Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Tengah membolehkan SLTA di daerah tersebut melakukan penggalangan sumbangan dari orangtua atau wali siswa.

Hal itu disampaikan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah, Padmaningrum terkait adanya dugaan pungutan liar yang menjadi temuan Ombudsman Jawa Tengah.

“Pungutan diperbolehkan asal tidak memasksa dan tidak semua siswa harus membayar. Orang miskin dibebaskan segalanya,” kata Padmaningrum, Semarang, Jawa Tengah, sebagaimana dilansir medco.id, Senin (7/10).

Menurut Padmaningrum masyarakat punya peran serta dalam menentukan anggaran pendidikan melalui Komite Sekolah.

Terkait sekolah-sekolah di Jateng yang dilaporkan Ombudsman melakukan pungutan liar, Padmaningrum menjelaskan bahwa pihaknya sudah melakukan pembinaan ke sekolah-sekolah tersebut.

“Kita sudah sidak ke lapangan bersama dinas dan sudah kita bina. Sanksi uang harus dikembalikan,” jelasnya.

Padmaningrum menyatakan sebetulnya Dinas Pendidikan telah mengawal sekolah-sekolah yang telah bermasalah tersebut. Caranya Dinas Pendidikan mengeluarkan surat edaran yang intinya mewajibkan sekolah menyusun rencana kebutuhan.

“Sekolah harus menyusun RK sesuai dengan kebutuhan sekolah. Mereka harus menselaraskan kebutuhan sekolah dengan dana BOS,” ujarnya.

Menurut Padmaningrum, surat edaran bertujuan menertibkan sekolah-sekolah di Jateng.

“Kita tetap mengawal sehingga mereka tidak liar dalam melakukan pungutan sekolah,” tukasnya.

SumberMedcom

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terpopuler

SMPN 1 Sidoarjo Bantah Adanya “Pagu Siluman” dalam Penerimaan Siswa Baru

SIDOARJO, SERUJI.CO.ID - Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 (SMPN 1) Sidoarjo membantah rumor yang berkembang di masyarakat terkait adanya "pagu siluman" dalam Pendaftaran Peserta...

Tingkat Literasi Pelajar Indonesia Masih Rendah, Inilah Hasil Survei PISA

Kompetensi membaca pelajar Indonesia menurut hasil survei PISA 2015 meraih nilai 397. Angka ini jauh di bawah  rata-rata OECD sebesar 493. Demikian pula skor kompetensi matematika hanya 386, tertinggal dari rata-rata OECD sebesar 490.

SMPN 1 Sidoarjo Bantah Wajibkan Beli Seragam di Sekolah Saat Daftar Ulang

SIDOARJO, SERUJI.CO.ID - Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 (SMPN 1) Sidoarjo menegaskan bahwa pendaftaran penerimaan siswa baru di sekolah tersebut bagi yang telah lolos...

Berita Terkait

close