Senin, Agustus 10, 2020
  • Universitas
  • TV Literasi

Walau Telah Berusia 71 Tahun, Gondo Berhasil Rampungkan Pendidikan S-2 di ITS

Baca Juga

SURABAYA – Tidak ada batasan usia dalam menuntut ilmu. Soejoto Gondosurohardjo (71) telah membuktikannya dengan menyelesaikan studi pascasrajananya (S-2) di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Tekad besar Soejoto untuk menuntut ilmu membawanya dalam tujuan yang diinginkan. Pria yang selalu ceria ini sukses menuntaskan program magister (S-2) Teknik Kimia ITS dan resmi diwisuda di Graha Sepuluh Nopember ITS pada Ahad (15/9) kemarin.

Gondo, panggilan akrabnya menuturkan, dirinya ingin mengabdikan ilmu yang didapatkan selama menuntut ilmu di Teknik Kimia ITS di dunia kerja.

“Dulu pernah bekerja di Pertamina selama 27 tahun, dan dua tahun di Iran,” katanya.

Selama bekerja, Gondo mengaku menemukan banyak masalah riil di pabrik, seperti pada proses reaksi katalitik, ekstraksi, adsorpsi dan lain sebagainya. Keinginannya untuk mendapatkan jawaban dari permasalahan tersebut mendorongnya untuk menuntut ilmu lebih dalam di ITS.

Pria yang dinobatkan menjadi wisudawan tertua ITS pada Wisuda ke-120 tersebut sukses membuahkan tesis modifikasi geometri tray pada kolom destilasi yang dapat meningkatkan kapasitas produksi suatu sistem destilasi dengan judul Effect of Holed Circular Calming Strip in Sieve Tray Distillation Column Without Downcomer: Prediction of Performance Characteristics.

Walaupun selama masa studi diakui memiliki kelemahan dalam menjalani berbagai program aplikasi komputer, namun dengan dukungan dari mahasiswa lain serta bimbingan dosen pembimbing yang memadai ia dapat menyelesaikan seminar dan ujian akhir perkuliahannya dengan baik.

Di usianya yang tergolong lanjut, Gondo tetap semangat menggeluti masa studinya yang memakan waktu selama lima semester. “Rasanya senang, dukanya tidak ada karena memang tertarik mengembangkan di bidang tersebut dan berada di lingkungan yang baik,” kata pria kelahiran 1948 itu.

Alhasil, dengan berbekal doa dan semangat belajar yang tinggi, ia berhasil meraih IPK 3.75 dan lulus dengan predikat sangat memuaskan atau cumlaude. Keputusannya untuk melanjutkan perkuliahannya ini juga didukung oleh pihak keluarga dan diharapkan dapat menjadi inspirasi agar dapat menuntut ilmu tanpa memandang umur. “Keluarga saat wisuda ini datang semua,” jelasnya.

Berkeinginan untuk menyebarkan ilmu yang telah ia dapatkan ke orang lain, Gondo sempat menjadi tenaga pengajar di berbagai sekolah menengah atas, dan saat ini tengah menjadi dosen pembantu di Teknik Kimia ITS.

SumberSindonews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terpopuler

Sleepover dan Membangun Karakter

Di luar itu semua, ada juga yang kombinasi dari beberapa alasan di atas. Apa pun alasannya, kegiatan sleepover ternyata bermanfaat untuk membangun kohesi sosial, keterikatan serta pembangunan karakter, saling memahami, dan membangun sifat toleransi

Menag Kunjungi Rumah Penerima Bidik Misi IAIN Purwokerto

Kepada Emilia, gadis yang sudah ditinggal ibundanya sejak 40 hari kelahirannya, Menag berpesan agar program bidik misi ini terus diterima hingga kuliahnya selesai empat tahun atau delapan semester, maka prestasinya harus terjaga dan tidak boleh turun.

Kemendikbud Dorong Produser untuk Kembangkan Film yang Mendidik

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Pusat Pengembangan Perfilman (Pusbangfilm) memberikan apresiasi dan penghargaan kepada para produser yang filmnya berhasil mendapatkan lebih dari 1 juta penonton.

Kemenag Undang Siswa Madrasah Aliyah Ikuti Lomba Karya Ilmiah

Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidkan Madrasah (Ditpenmad) kembali menggelar Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI). Event tahun ini merupakan gelaran kali kelima.

Indonesia dan Belanda Kerjasama Revitalisasi Pendidikan Kejuruan

JAKARTA -  Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Pemerintah Belanda melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, dan Sains menandatangani tiga naskah kerja sama di...

Berita Terkait

close