Minggu, April 18, 2021
  • TV Literasi

Profesi Guru Menempati Posisi Tertinggi Dalam Kasus Perceraian di Jatim

Baca Juga

SURABAYA – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan, angka perceraian di wilayahnya masih tinggi. Namun, ia tidak spesifik menjabarkan persentasenya.

Sebagaimana diberitakan Republika.co.id (17/9), Khofifah menyatakan, pernah melakukan penelitian terkait permasalahan itu. Dari penelitian tersebut diketahui penyebab utama perceraian di Jatim adalah karena adanya orang ketiga.

“Perceraian, kalau di Jawa Timur penyebab tertingginya tidak harmonis. Ini pernah diteliti secara khusus. Tidak harmonisnya karena apa? Bukan masalah dana, atau faktor ekonomi, tapi karena ada wanita idaman lain,” kata Khofifah di Surabaya, Selasa (17/9).

Khofifah melanjutkan, jika dilihat berdasarkan profesi, maka yang paling banyak melakukan perceraian di Jatim adalah guru.

“Selalu yang tertinggi (perceraian) adalah guru, ini kasus Jawa Timur. Kalau guru menjadi tertinggi, saya tidak bisa membayangkan karena anak-anak di kelas itu panutannya adalah guru,” kata Khofifah.

Khofifah melanjutnya, penyebab perceraian di Jatim memang berbeda dengan wilayah di pulau Jawa lainnya. Di Jawa Tengah misalnya, penyebab utama perceraian adalah tidak adanya tanggung jawab. Kemudian di Jawa Barat, penyebab utama perceraian adalah karena faktor ekonomi.

“Penyebab-penyebab seperti ini harus kita identifikasi. Kita harus sering ketemu dengan pengadilan agama. Itu juga yang saya lakukan ketika sudah menjadi gubernur. Saya mau mendengar penyebab perceraiannya apa,” ujar gubernur perempuan pertama di Jatim tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terpopuler

Tingkat Literasi Pelajar Indonesia Masih Rendah, Inilah Hasil Survei PISA

Kompetensi membaca pelajar Indonesia menurut hasil survei PISA 2015 meraih nilai 397. Angka ini jauh di bawah  rata-rata OECD sebesar 493. Demikian pula skor kompetensi matematika hanya 386, tertinggal dari rata-rata OECD sebesar 490.

Inilah 14 Dosen IAIN Pekalongan Yang Lolos Nominee Bantuan Hibah Kemenag 2020

Pengumuman nominee tersebut merujuk pada Surat Keputusan yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia (Dirjen Pendis Kemenag RI) Nomor 5042 Tahun 2019, tertanggal 10 September 2019.

Berita Terkait

close