Kamis, Oktober 1, 2020
  • Pendidikan
  • TV Literasi

Wapres Larang Mahasiswa Bercita-Cita Jadi PNS

Baca Juga

PADANG, SERUJI.CO.ID – Wakil Presiden Jusuf Kalla menyarankan para mahasiswa untuk tidak bercita-cita menjadi pegawai negeri sipil (PNS) karena peluangnya sangat kecil diterima mengingat perbandingan jumlah lulusan sarjana lebih besar daripada lowongan PNS.

“Jadi yang bisa menjadi pegawai negeri itu dari (lulusan) sarjana itu tidak lebih dari satu persen, sehingga 99 persen dari anda ini jangan berpikir menjadi pegawai negeri, karena tidak ada tempatnya lagi,” kata Jusuf Kalla di hadapan ratusan mahasiswa Universitas Negeri Padang di Padang Sumatera Barat, Rabu (2/5).

Jusuf Kalla menjelaskan saat ini Pemerintah merekrut aparatur sipil negara (ASN) setiap tahunnya sebanyak 50 ribu orang di seluruh Indonesia.

“Dari 50 ribu itu yang sarjana mungkin hanya 10 ribu per tahun. Sedangkan, sarjana yang dihasilkan semua universitas di Indonesia itu hampir sejuta per tahun,” katanya.

Oleh karena itu, Wapres Kalla mendorong para mahasiswa untuk lebih meningkatkan kemampuan berusaha guna membuka lapangan kerja, daripada ramai-ramai mendaftar PNS.

Wapres menjelaskan lowongan untuk pegawai administrasi di pemerintahan saat ini sudah terlalu banyak, namun untuk tenaga pendidikan dan kesehatan masih dibutuhkan.

“Tahun depan, kita angkat guru lebih banyak. Guru tidak kami kurangi, pegawai negeri karena sudah lebih banyak daripada yang dibutuhkan,” jelasnya.

Untuk meningkatkan kemampuan berwirausaha sejak dini, Wapres mengatakan hal itu harus dibina sejak masih di bangku sekolah dan universitas.

Selain peran universitas, para pelaku usaha juga diharapkan dapat memberikan pelatihan dan pendidikan kewirausahaan bagi generasi muda.

“Baru Pemerintah memfasilitasi, bisa melalui kredit murah, bisa juga (pemberian) ijin gampang. Tetapi di sini (kampus) harus dididik supaya berpengalaman,” ujarnya. (Ant/SU02)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terpopuler

Kitab Kuning, (Apakah) Sudah Terlupakan?

Ada banyak nama sebagai sebutan lain dari kitab yang menjadi referensi wajib di pesantren ini disebut “kitab kuning” karena memang kertas yang digunakan dalam kitab-kitab tersebut berwarna kuning.

Inilah 14 Dosen IAIN Pekalongan Yang Lolos Nominee Bantuan Hibah Kemenag 2020

Pengumuman nominee tersebut merujuk pada Surat Keputusan yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia (Dirjen Pendis Kemenag RI) Nomor 5042 Tahun 2019, tertanggal 10 September 2019.

Berita Terkait

close