Kamis, Mei 26, 2022
  • Pendidikan
  • TV Literasi

Gubernur Bangga Jabar Punya Banyak Pondok Pesantren

Baca Juga

BANDUNG, SERUJI.CO.ID – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ahmad Heryawan menyatakan bangga di Jabar memiliki banyak pondok pesantren yang memberikan kontribusi positif dalam kehidupan manusia dan membangun peradaban yang seimbang.

“Kami juga bergembira ternyata pesantren terbesar dan terbanyak ada di Provinsi Jawa Barat,” kata Ahmad Heryawan saat memberikan sambutan Rapat Koordinasi Pimpinan Pesantren Muhammadiyah se-Indonesia yang dihadiri Presiden Joko Widodo di Darul Arqam, Kabupaten Garut, Selasa (18/10).

Pria yang akrab disapa Aher ini menuturkan, Provinsi Jabar memiliki 12 ribuan pondok pesantren tersebar di berbagai kota/kabupaten, salah satunya Pesantren Muhammadiyah Darul Arqam di Kabupaten Garut.

Sebelumnya, kata Aher, ada penilaian bahwa pondok pesantren terbanyak ada di Jawa Timur, tetapi hasil sensus ternyata ada di Jabar.

“Selama ini paling banyak di Jatim, ternyata pemahaman tersebut tidak tepat karena ketika kita menyensus di Jabar ternyata dua kalinya,” katanya.

Ia menyampaikan, keberadaan pesantren telah memberikan sesuatu kebaikan dan manfaat yang besar bagi kehidupan masyarakat Indonesia umumnya, khususnya di Jabar.

Menurut Aher, pesantren memiliki cara pendidikan yang khas dalam membangun kehidupan secara seimbang antara dunia dan akhirat.

“Pesantren memiliki cara pendidikan yang khas, dalam kehidupan ini harus ada kesimbangan dunia dan akhirat,” katanya.

Ia menambahkan, pesantren telah memajukan umat secara jasmaninya maupun cara berpikir secara keilmuannya serta peradaban yang seimbang.

“Peradaban akan hadir di sebuah negeri apabila ada kesimbangan,” katanya. (Ant/SU02)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terpopuler

Kursus Bahasa Indonesia di Universitas BBS Hungaria

JAKARTA - Budapest Business School (BBS), University of Applied Science, Hungaria, membuka kelas Bahasa Indonesia sebagai salah satu kursus bahasa yang dipilih mahasiswanya untuk...

Tingkat Literasi Pelajar Indonesia Masih Rendah, Inilah Hasil Survei PISA

Kompetensi membaca pelajar Indonesia menurut hasil survei PISA 2015 meraih nilai 397. Angka ini jauh di bawah  rata-rata OECD sebesar 493. Demikian pula skor kompetensi matematika hanya 386, tertinggal dari rata-rata OECD sebesar 490.

Perpustakaan Tulungagung Dapat Tambahan Koleksi Sebanyak 586 Judul Buku

Sebanyak 586 judul buku baru tersebut terdiri dari 365 judul dalam bentuk buku elektronik (e-book), dan 221 judul dalam bentuk buku fisik dengan jumlah buku sebanya 275 buah.

Luar Biasa, 80 Persen Siswa di Sekolah Ini Langsung Diterima Bekerja di Industri

“Sekolah kami untuk siap kerja, bukan untuk kuliah. Kami bisa menerima siswa yang ingin kuliah, tetapi kami utamakan (perguruan tinggi) yang sudah kerja sama (dengan kami),” ujar Kepala Sekolah.

Berita Terkait

close