Kamis, September 24, 2020
  • Pendidikan
  • TV Literasi

Media Massa Diharapkan Hindari Penggunaan Bahasa Gaul

Baca Juga

BENGKULU, SERUJI.CO.ID – Kantor Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu mengharapkan media massa menghindari penggunaan bahasa gaul atau kata-kata tidak baku pada produk jurnalistik yang diterbitkan.

“Kalau media menulis tidak sesuai kaidah, maka masyarakat akan ikuti itu,” kata Kepala Kantor Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu Karyono, di Bengkulu, Selasa (17/10).

Akibat penggunaan bahasa gaul itu, kata Karyono, akan membuat masyarakat tidak lagi akrab dengan Bahasa Indonesia, dan menjadikan bentuk ini sebagai kaidah berbahasa sehari-hari bahkan bisa saja digunakan saat formal seharusnya menggunakan bahasa yang benar.

“Bahkan masyarakat akhirnya dalam berbahasa jadi mencampuradukkan Bahasa Indonesia dengan kata atau kalimat tidak baku yang ke depannya menjadi sulit diubah atau diluruskan kembali,” ujarnya.

Mengingat peran media begitu penting bahkan bisa menciptakan tren kata baru, maka Kantor Bahasa di Bengkulu itu berharap setiap produk jurnalistik hendaknya sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar.

“Tidak hanya baik dan benar saja, juga perlu bahasa dibuat menarik, dan itu ada di tangan jurnalis,” ujarnya pula.

Untuk menyelaraskan tujuan tersebut, Kantor Bahasa Bengkulu menggelar penyuluhan Bahasa Indonesia bagi media massa dan jurnalis pada Selasa 17 Oktober 2017.

“Penulisan wartawan yang sudah bagus ini akan menjadi lebih baik dengan pemahaman terhadap penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar,” pungkasnya. (Ant/SU02)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terpopuler

Kemenag Undang Siswa Madrasah Aliyah Ikuti Lomba Karya Ilmiah

Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidkan Madrasah (Ditpenmad) kembali menggelar Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI). Event tahun ini merupakan gelaran kali kelima.

Berita Terkait

close