Minggu, April 18, 2021
  • Pendidikan
  • TV Literasi

PKS Minta Pemerintah Selidiki Buku IPS Yudistira

Baca Juga

TANJUNGPINANG, SERUJI.CO.ID – Partai Keadilan Sejahtera Kepulauan Riau meminta pemerintah menyelidiki buku IPS yang diterbitkan PT Yudistira untuk kelas VI SD, karena di salah satu halamannya memuat ibu kota Israel adalah Yerusalem.

Sekretaris Fraksi Keadilan Sejahtera-PPP DPRD Kepri Suryani di Tanjungpinang, Selasa (12/12), menyatakan ada keanehan karena dalam waktu cepat Yudistira dapat memuat Israel dengan ibu kota Al Quds atau Jerusalem .

“Padahal Presiden AS Donald Trump baru-baru ini mengklaim Israel beribu kota Yerusalem,” ujarnya.

Dari data yang diperolehnya, Suryani menduga buku IPS untuk kelas VI SD yang diterbitkan Yudistira itu sudah terencana. Artinya, buku itu dengan sengaja memuat Yerusalem ibu kota dari Israel, sedangkan ibu kota Palestina dikosongkan.

“Ini harus diselidiki lebih mendalam karena melukai umat Islam di dunia yang sedang berjuang,” ucapnya.

Menurut dia, buku tersebut dapat memprovokasi umat Islam. Buku itu dapat memancing umat Islam marah.

“Buku-buku seharusnya ditarik dari peredaran, tidak boleh menjadi buku mata ajaran,” katanya.

Ia juga mempertanyakan alasan dan motivasi Yudistira memuat ibu kota Israel adalah Yerusalem. Apalagi sikap Pemerintah Indonesia cukup jelas, menolak kebijakan Presiden AS menjadikan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

“Ketika Indonesia sedang berjuang agar AS tidak menjadikan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, lantas kenapa ada buku yang terkesan menyetujui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel,” katanya.

Suryani juga mengungkap kasus lain yang dilakukan PT Yudistira beberapa waktu lalu terkait buku yang berisikan banci dapat menjadi imam saat shalat. Ajaran itu, tegasnya sesat, dan membahayakan anak-anak beragama Islam.

“(Padahal) banci tidak boleh jadi imam shalat,” katanya. (Ant/SU02)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terpopuler

Tingkat Literasi Pelajar Indonesia Masih Rendah, Inilah Hasil Survei PISA

Kompetensi membaca pelajar Indonesia menurut hasil survei PISA 2015 meraih nilai 397. Angka ini jauh di bawah  rata-rata OECD sebesar 493. Demikian pula skor kompetensi matematika hanya 386, tertinggal dari rata-rata OECD sebesar 490.

Inilah 14 Dosen IAIN Pekalongan Yang Lolos Nominee Bantuan Hibah Kemenag 2020

Pengumuman nominee tersebut merujuk pada Surat Keputusan yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia (Dirjen Pendis Kemenag RI) Nomor 5042 Tahun 2019, tertanggal 10 September 2019.

Berita Terkait

close