Selasa, Desember 7, 2021
  • TV Literasi

12 Siswa SD Indonesia Juarai Kompetisi Matematika Internasional

Baca Juga

JAKARTA – Dua belas murid Sekolah Dasar (SD) Indonesia membawa pulang dua medali emas, dua medali perak dan enam medali perunggu dari ajang kompetisi matematika internasional Bulgaria (Bulgaria International Mathematics Competition/BIMC) 2018 yang berlangsung 1 sampai 5 Juli.

“Prestasi ini membuktikan bahwa kita juga mampu bersaing di kancah internasional,” ujar Direktur Pembinaan Sekolah Dasar, Khamim, di Jakarta, Senin (9/7).

Untuk kategori tim atau kelompok, delegasi Indonesia berhasil meraih satu medali emas, dua medali perak, dan dua medali perunggu.

Sementara dalam kategori individu satu medali emas diraih oleh Felicia Grace Angelyn Ferdianto dari SD Cahaya Nur, Kudus; satu medali perak diperoleh Yedija Nicholas Kurniawidi dari SD Karangturi, Semarang; serta empat medali perunggu diraih oleh Ahmad Fikri Azhari (SD Muhammadiyah Plus, Batam); Mafazi Ikhwan Dhandi Hibatullah (SD Al Furqon, Jember); Matthew Allan (SD Kristen 10 Penabur, Jakarta); dan Ryan Suwandi (SD Tzu Chi, Jakarta).

Baca juga: Kejagung Tangkap Koruptor Dana SD Rp1,8 Miliar

Lima siswa lainnya mendapatkan penghargaan harapan dalam kompetisi yang diikuti 28 negara tersebut.

Khamim menjelaskan delegasi BIMC terdiri atas para siswa juara Olimpiade Sains Nasional tahun 2017.

“Pembekalan delegasi dilakukan dalam dua tahapan yakni pada bulan Mei dan Juni,” kata Khamim.

Yedija (12) mengungkapkan rasa senang dan bangganya bisa mempersembahkan medali perak dalam kategori individu.

“Dari kecil aku memang suka matematika. Serunya matematika itu tantangannya memecahkan soal, mencari caranya,” kata Yedija.

Sementara bagi peraih medali emas individu, Felicia (12), BIMC bukanlah kompetisi internasional pertamanya. Siswi yang juga gemar melukis dan membaca komik itu tidak mengira akan mendapatkan medali emas.

Pendamping tim olimpiade, Ibnu Hadi (37), mengatakan kualitas siswa Indonesia yang berkompetisi di ajang internasional tidak kalah dengan siswa di negara-negara maju lainnya.

“Tantangan bagi guru untuk bisa memancing potensi siswa yang selama ini terpendam,” ungkap Ibnu. (Ant/Hrn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terpopuler

Ombudsman: Sekolah Jual Seragam dan LKS ke Siswa Bisa Disanksi Administrasi dan Pidana

Agus menegaskan bahwa jual beli seragam, buku pelajaran dan LKS yang dilakukan pihak sekolah merupakan mal administrasi, sebuah pelanggaran administrasi, juga dapat dikategorikan sebagai tindakan Pungutan Liar atau Pungli, yang dapat dikenakan sanksi pidana bagi pelakunya.

Walau Telah Berusia 71 Tahun, Gondo Berhasil Rampungkan Pendidikan S-2 di ITS

Tekad besar Soejoto untuk menuntut ilmu membawanya dalam tujuan yang diinginkan. Pria yang selalu ceria ini sukses menuntaskan program magister (S-2) Teknik Kimia ITS dan resmi diwisuda di Graha Sepuluh Nopember ITS pada Ahad (15/9) kemarin.

Perpustakaan Tulungagung Dapat Tambahan Koleksi Sebanyak 586 Judul Buku

Sebanyak 586 judul buku baru tersebut terdiri dari 365 judul dalam bentuk buku elektronik (e-book), dan 221 judul dalam bentuk buku fisik dengan jumlah buku sebanya 275 buah.

Berita Terkait

close