Kamis, Mei 26, 2022
  • Pendidikan
  • TV Literasi

Dikeluarkan dari Sekolah Karena Diduga Aniaya Adik Kelas, Siswa Ini Mengadu ke Ombudsman

Baca Juga

SEMARANG, SERUJI.CO.ID – Anindya Puspita Helga Nur Fadhila, Siswa SMAN I Kota Semarang yang dikeluarkan dari sekolah atas dugaan penganiayaan terhadap adik kelasnya akan mengadu ke Ombudsman RI Perwakilan Jawa Tengah.

Kuasa hukum Anindya Puspita, Hermansyah Bakrie, di Semarang, Ahad (25/2), mengatakan kliennya dikeluarkan oleh pihak sekolah bersama satu siswa lain gang bernama Muhammad Afif Ashor.

Ia menyayangkan tindakan kepala sekolah yang dinilai otoriter itu. Menurut dia, pihak sekolah seharusnya melakukan evaluasi ke internal sebelum memutuskan untuk mengeluarkan siswanya.

“Jangan mentang-mentang Anindya ini berasal dari keluarga kurang mampu,” katanya.

Ia menegaskan perbuatan Kepala SMAN 1 tersebut tergolong sebagai penyalahgunaan wewenang.

Sebelumnya, Anindya dan Afif dikeluarkan oleh pihak sekolah atas dugaan penganiayaan terhadap adik kelasnya. Penganiayaan diduga dilakukan saat pelaksanaan latihan dasar kepemimpinan (LDK) pada November 2017 lalu.

Pihak sekolah memberikan pilihan mengundurkan diri atau dikeluarkan dari sekolah yang akan dilanjutkan dengan proses hukum atas permasalahan itu. (Hrn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terpopuler

Kursus Bahasa Indonesia di Universitas BBS Hungaria

JAKARTA - Budapest Business School (BBS), University of Applied Science, Hungaria, membuka kelas Bahasa Indonesia sebagai salah satu kursus bahasa yang dipilih mahasiswanya untuk...

Tingkat Literasi Pelajar Indonesia Masih Rendah, Inilah Hasil Survei PISA

Kompetensi membaca pelajar Indonesia menurut hasil survei PISA 2015 meraih nilai 397. Angka ini jauh di bawah  rata-rata OECD sebesar 493. Demikian pula skor kompetensi matematika hanya 386, tertinggal dari rata-rata OECD sebesar 490.

Perpustakaan Tulungagung Dapat Tambahan Koleksi Sebanyak 586 Judul Buku

Sebanyak 586 judul buku baru tersebut terdiri dari 365 judul dalam bentuk buku elektronik (e-book), dan 221 judul dalam bentuk buku fisik dengan jumlah buku sebanya 275 buah.

Luar Biasa, 80 Persen Siswa di Sekolah Ini Langsung Diterima Bekerja di Industri

“Sekolah kami untuk siap kerja, bukan untuk kuliah. Kami bisa menerima siswa yang ingin kuliah, tetapi kami utamakan (perguruan tinggi) yang sudah kerja sama (dengan kami),” ujar Kepala Sekolah.

Berita Terkait

close