Jumat, November 27, 2020
  • Pendidikan
  • TV Literasi

Wali Kota Bantah Video Kekerasan Terhadap Siswa Terjadi di Pontianak

Baca Juga

PONTIANAK, SERUJI.CO.ID – Wali Kota Pontianak, Sutarmidji membantah video kekerasan pelajar yang viral di media sosial terjadi di daerahnya.

“Kami sudah mengecek ke lapangan dan memastikan bahwa bukan pelajar di bawah kewenangan Pemkot Pontianak,” kata Sutarmidji di Pontianak, Selasa (7/11).

Menurutnya, dia sudah menonton video itu berkali-kali guna memastikan kejadiannya. Tidak ada sekolah yang berseragam campur-campur seperti dalam video berdurasi 00.37 detik yang beredar di media sosial itu.

Ia menambahkan, jika apa yang disampaikan Kemendikbud bahwa peristiwa itu terjadi di Pontianak, dirinya meminta nama sekolah itu juga disebutkan.

“Kalau benar cari saja, dan pihak Kemendikbud sebut sekolahnya, karena semua sekolah bilang tidak ada sehingga harus ada penjelasan dari Kemendikbud terkait itu,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Pontianak, Mulyadi juga mengatakan, pihaknya sudah melakukan pengecekan ke semua sekolah di bawah dinasnya yang hasilnya tidak ada.

“Kejadiannya bukan di Pontianak, di SMP Pontianak juga tidak ada seragam seperti yang beredar di video itu,” katanya.

Mulyadi meminta Kemendikbud kembali melakukan pengecekan serta tidak asal mengeluarkan pernyataan.

“Kami sudah melakukan pengecekan, terkait bahasanya juga bukan bahasa kita. Sayang sekali pak Dirjen bicara begitu,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, beredar video berdurasi 37 detik yang kemudian viral melalui media sosial. Dalam video terlihat seseorang diduga guru sedang memukul dua siswa secara bergantian di ruangan kelas.

Awalnya diduga sama dengan aksi kekerasan seorang guru SMPN 10 Pangkalpinang yang terjadi bulan Oktober 2017 lalu. Namun setelah ditelusuri lebih jauh, polisi menemukan fakta tempat kejadian perkara (TKP) pemukulan yang ada di video berbeda dengan peristiwa di SMPN 10 Pangkalpinang. Pihak SMPN 10 Pangkalpinang juga telah mengeluarkan surat resmi bantahannya.

Dalam pertemuan antara Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), perwakilan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA), dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), pada Selasa (6/11), menyebut bahwa kasus kekerasan dalam video itu diduga terjadi di Pontianak, Kalimantan Barat. (Ant/SU02)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terpopuler

Perpustakaan Tulungagung Dapat Tambahan Koleksi Sebanyak 586 Judul Buku

Sebanyak 586 judul buku baru tersebut terdiri dari 365 judul dalam bentuk buku elektronik (e-book), dan 221 judul dalam bentuk buku fisik dengan jumlah buku sebanya 275 buah.

Inilah 14 Dosen IAIN Pekalongan Yang Lolos Nominee Bantuan Hibah Kemenag 2020

Pengumuman nominee tersebut merujuk pada Surat Keputusan yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia (Dirjen Pendis Kemenag RI) Nomor 5042 Tahun 2019, tertanggal 10 September 2019.

Sleepover dan Membangun Karakter

Di luar itu semua, ada juga yang kombinasi dari beberapa alasan di atas. Apa pun alasannya, kegiatan sleepover ternyata bermanfaat untuk membangun kohesi sosial, keterikatan serta pembangunan karakter, saling memahami, dan membangun sifat toleransi

Berita Terkait

close