Minggu, April 18, 2021
  • Pendidikan
  • TV Literasi

Universitas Widya Mandala Ajak Mahasiswa Jepang dan Taiwan Membatik

Baca Juga

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Rombongan delegasi asal Jepang dan Taiwan hari ini, Kamis (8/2), bertandang ke beberapa laboratorium di setiap jurusan di Univesitas Widya Mandala (UWM) Surabaya.

Rombongan itu terdiri dua orang mahasiswa dan satu dosen asal Osaka Institute Of Technology (OIT) Jepang dan lima mahasiswa National Taiwan University Of Science and Technology (NTUSY).

Kepala Kantor Urusan Internasional Universitas Widya Mandala, Erlyn Erawan mengatakan kedatangan mereka untuk menunaikan kerjasama antara kampus dengan NTUST dan OIT dalam melaksanakan sistem pembelajaran Problem Bases Learning (PBL), salah satunya membatik dengan pewarna alami.

“Kita ajak mereka untuk membatik dengan bahan pewarna bebas limbah, hal ini sebagai bentuk pengenalan kerajinan tangan Indonesia kepada mereka,” ungkapnya saat memberi sambutan, Kamis (8/2).

Erlyn Erawan mengatakan pihaknya memberi teknik cara membatik yang benar dan menerapkan pewarna alam, karena sejauh ini dirinya menilai banyak perajin batik menggunakan pewarna bahan kimia.

“Penerapan ini hanya sebagai perbandingan saja antara pewarna kimia dan alam, sementara pengenalan dengan pewarna alam sebagai bukti jika tumbuhan di Indonesia mampu menghasilkan warna untuk membatik,” jelasnya.

Kunjungan ini yang kedua kalinya sejak PBL diadakan dan namun tahun lalu, hanya diajak untuk mabuk durian, kali ini mengenalkan betapa indah kesenian batik Indonesia ini. (Devan/Hrn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terpopuler

Tingkat Literasi Pelajar Indonesia Masih Rendah, Inilah Hasil Survei PISA

Kompetensi membaca pelajar Indonesia menurut hasil survei PISA 2015 meraih nilai 397. Angka ini jauh di bawah  rata-rata OECD sebesar 493. Demikian pula skor kompetensi matematika hanya 386, tertinggal dari rata-rata OECD sebesar 490.

Inilah 14 Dosen IAIN Pekalongan Yang Lolos Nominee Bantuan Hibah Kemenag 2020

Pengumuman nominee tersebut merujuk pada Surat Keputusan yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia (Dirjen Pendis Kemenag RI) Nomor 5042 Tahun 2019, tertanggal 10 September 2019.

Berita Terkait

close