Jumat, Mei 27, 2022
  • Pendidikan
  • TV Literasi

Universitas Widya Mandala Ajak Mahasiswa Jepang dan Taiwan Membatik

Baca Juga

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Rombongan delegasi asal Jepang dan Taiwan hari ini, Kamis (8/2), bertandang ke beberapa laboratorium di setiap jurusan di Univesitas Widya Mandala (UWM) Surabaya.

Rombongan itu terdiri dua orang mahasiswa dan satu dosen asal Osaka Institute Of Technology (OIT) Jepang dan lima mahasiswa National Taiwan University Of Science and Technology (NTUSY).

Kepala Kantor Urusan Internasional Universitas Widya Mandala, Erlyn Erawan mengatakan kedatangan mereka untuk menunaikan kerjasama antara kampus dengan NTUST dan OIT dalam melaksanakan sistem pembelajaran Problem Bases Learning (PBL), salah satunya membatik dengan pewarna alami.

“Kita ajak mereka untuk membatik dengan bahan pewarna bebas limbah, hal ini sebagai bentuk pengenalan kerajinan tangan Indonesia kepada mereka,” ungkapnya saat memberi sambutan, Kamis (8/2).

Erlyn Erawan mengatakan pihaknya memberi teknik cara membatik yang benar dan menerapkan pewarna alam, karena sejauh ini dirinya menilai banyak perajin batik menggunakan pewarna bahan kimia.

“Penerapan ini hanya sebagai perbandingan saja antara pewarna kimia dan alam, sementara pengenalan dengan pewarna alam sebagai bukti jika tumbuhan di Indonesia mampu menghasilkan warna untuk membatik,” jelasnya.

Kunjungan ini yang kedua kalinya sejak PBL diadakan dan namun tahun lalu, hanya diajak untuk mabuk durian, kali ini mengenalkan betapa indah kesenian batik Indonesia ini. (Devan/Hrn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terpopuler

Kursus Bahasa Indonesia di Universitas BBS Hungaria

JAKARTA - Budapest Business School (BBS), University of Applied Science, Hungaria, membuka kelas Bahasa Indonesia sebagai salah satu kursus bahasa yang dipilih mahasiswanya untuk...

Tingkat Literasi Pelajar Indonesia Masih Rendah, Inilah Hasil Survei PISA

Kompetensi membaca pelajar Indonesia menurut hasil survei PISA 2015 meraih nilai 397. Angka ini jauh di bawah  rata-rata OECD sebesar 493. Demikian pula skor kompetensi matematika hanya 386, tertinggal dari rata-rata OECD sebesar 490.

Perpustakaan Tulungagung Dapat Tambahan Koleksi Sebanyak 586 Judul Buku

Sebanyak 586 judul buku baru tersebut terdiri dari 365 judul dalam bentuk buku elektronik (e-book), dan 221 judul dalam bentuk buku fisik dengan jumlah buku sebanya 275 buah.

Luar Biasa, 80 Persen Siswa di Sekolah Ini Langsung Diterima Bekerja di Industri

“Sekolah kami untuk siap kerja, bukan untuk kuliah. Kami bisa menerima siswa yang ingin kuliah, tetapi kami utamakan (perguruan tinggi) yang sudah kerja sama (dengan kami),” ujar Kepala Sekolah.

Berita Terkait

close