Minggu, April 18, 2021
  • Pendidikan
  • TV Literasi

Ukir Prestasi Internasional, ITS Jajal Kompetisi Maritim Hydrocontest di Prancis

Baca Juga

SURABAYA – Berbagai cara terus dilakukan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya untuk mengukir prestasi di kancah internasional. Kali ini, ITS melalui tim Batharasurya Hydrone menjajal peruntungan untuk kali pertama di kompetisi Hydrocontest, yakni lomba kemaritiman hemat energi yang diselenggarakan di Saint-Tropez, Prancis, pada 4-10 September 2017.

Hydrocontest merupakan kompetisi pelajar internasional pertama yang didedikasikan untuk efisiensi energi di dunia maritim. Kompetisi tersebut rutin diadakan oleh Hydros Foundation yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat umum tentang tantangan melestarikan sumber daya air.

“Tahun ini, ajang bergengsi yang memasuki tahun ke-4 ini diikuti oleh 23 tim yang terdiri dari 200 mahasiswa berasal dari 13 negara. Salah satu timnya adalah Batharasurya Hydrone ITS,” kata dosen pembimbing tim Batharasurya Hydrone ITS, Wasis Dwi Aryawan, dalam rilis yang diterima SERUJI, Selasa (5/9).

Selama tujuh hari ini, kata Wasis, tim Batharasurya Hydrone ITS optimis mampu menampilkan yang terbaik. Hari pertama telah dilakukan inspeksi lambung dan elektrik pada kapal, dan kapal Batharasurya Hydrone telah dinyatakan lolos mengikuti babak kualifikasi.

Tim Batharasurya Hydrone ITS. (doc Humas ITS)

Dalam kompetisi yang didukung oleh the Société Nautique de Saint-Tropez tersebut terdapat dua kategori utama lomba yang ditawarkan. Yakni kategori mass transport yang mensimulasikan pergerakan kapal barang dengan beban berat 200 kg dan kategori light boats yang menuntut peserta bisa menggambarkan transportasi kapal untuk orang yang nyaman dengan beban seberat 20 kg.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terpopuler

Tingkat Literasi Pelajar Indonesia Masih Rendah, Inilah Hasil Survei PISA

Kompetensi membaca pelajar Indonesia menurut hasil survei PISA 2015 meraih nilai 397. Angka ini jauh di bawah  rata-rata OECD sebesar 493. Demikian pula skor kompetensi matematika hanya 386, tertinggal dari rata-rata OECD sebesar 490.

Inilah 14 Dosen IAIN Pekalongan Yang Lolos Nominee Bantuan Hibah Kemenag 2020

Pengumuman nominee tersebut merujuk pada Surat Keputusan yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia (Dirjen Pendis Kemenag RI) Nomor 5042 Tahun 2019, tertanggal 10 September 2019.

Berita Terkait

close