Sabtu, Desember 5, 2020
  • Pendidikan
  • TV Literasi

Terkait Murid Pukul Guru Hingga Tewas, Psikolog: Pelaku Juga Korban

Baca Juga

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Menurut ahli Psikologi Nailatin Fauziyah, dalam meninjau kasus pemukulan siswa pada gurunya hingga tewas hendaknya dilihat secara seimbang dan proporsional.

Menurutnya, kendati siswa yang berinisial Hl tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka, Hl tetaplah sebagai korban.

“Melihat anak sebagai korban, meskipun dia pelaku. Meskipun lihat anak sebagai pelaku, anak tetap adalah korban, dari siapa? sistem tadi. Kalau saya lihat proporsional seperti itu dari dua sisi,” kata Fauziyah saat ditemui SERUJI, Rabu (7/2).

Menurut dosen Psikologi UIN Sunan Ampel Surabaya ini kendati Hl telah ditetapkan sebagai tersangka atas tewasnya Budi Cahyono, gurunya, Hl tetaplah seorang anak yang dibentuk oleh lingkungannya. Ia berharap semua pihak termasuk sekolah dan orang tua untuk merefleksikan diri atas peristiwa yang terjadi.

“Kenapa anak bisa seperti itu, dia kan tidak berdiri sendiri. Kalau misalnya perilaku itu muncul karena pola asuh orang tua, ayo kita pelajari, refleksi untuk orang tua. Kalau di lembaga pendidikan, ayo kita refleksikan di lembaga pendidikan. Karena anak jadi seperti ini adalah dampak. Dia hasil dari proses, yang berproses siapa? Ya orang di sekitarnya ini, termasuk sekolah, rumah, masyarakat, media,” tegasnya.

Wanita yang juga Pengurus Lajnah Ta’lif wan Nasyr (LTN) PWNU Jatim ini menganggap Hl mungkin ketika itu belum bisa berfikir panjang tentang perilaku yang diperbuatnya berpotensi mengancam nyawa orang lain.

Baca juga: Guru di Sampang Dianiaya Siswanya Hingga Tewas

“Bisa jadi dia tidak berfikir sampai kesana, ternyata dampaknya kesitu, Coping behavior anak seperti ini adalah pada emosi, yang penting perilaku memukul itu membuat dia puas, pokoknya marahnya itu disalurkan, meskipun nanti akan timbul masalah lagi, pokoknya bagi anak yang penting marah dulu,” katanya.

Ia juga menghimbau masyarakat yang mengikuti perkembangan kasus ini, untuk meninjau penyebab mendasar dari perilaku agresif Hl, siswa SMAN 1 Torjun Sampang Madura tersebut, hingga memukul gurunya sampai tewas.

“Di banyak kasus anak, coba lihat budaya di sekolah itu bagaimana? Pakai teorinya mikrosistem, markosistem, ekologi, bagaimana nilai yang dipahami, pola asuh, lingkungan pendidikan, akhirnya terbentuk di anak ini,” pungkasnya. (Luh/Hrn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terpopuler

Kitab Kuning, (Apakah) Sudah Terlupakan?

Ada banyak nama sebagai sebutan lain dari kitab yang menjadi referensi wajib di pesantren ini disebut “kitab kuning” karena memang kertas yang digunakan dalam kitab-kitab tersebut berwarna kuning.

Berita Terkait

close