Jumat, November 27, 2020
  • Pendidikan
  • TV Literasi

Terkait Kasus Kekerasan Siswa, Ini Hasil Koordinasi KPAI dengan Kementerian PPPA dan Kemdikbud

Baca Juga

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bersama perwakilan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA) siang tadi mendatangi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) untuk berkoordinasi terkait kasus kekerasan di dunia pendidikan.

“Maksud dan tujuan KPAI menemui Kemdikbud RI adalah terkait kasus kekerasan di salah satu SMPN di Pangkalpinang, Provisi Bangka Belitung, dan juga video yang viral yang diduga terjadi di Pontianak (Kalimantan Barat),” kata Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti, melalui siaran pers yang diterima SERUJI, Senin (6/11).

Terkait kasus kekerasan di Pangkalpinang, kata Retno, KPAI juga sudah berkoordinasi dengan Kementerian PPPA. Kemudian Kementerian PPPA, kata Retno, akan berkoordinasi dengan Dinas PPPA Kota Pangkalpinang, agar anak korban yang mengalami kekerasan dan sudah berdamai tersebut dapat diberikan pemulihan psikologis jika dibutuhkan.

“Menurut hasil penelusuran Dinas PPPA kota Pangkalpinang, kekerasan tersebut memang terjadi di SMPN tersebut oleh salah satu oknum guru, tetapi sudah berakhir damai. Namun kejadian ini tidak terkait dengan video yang viral tersebut,” ungkap Retno.

Dikatakannya, Kemdikbud juga sudah menurunkan tim ke Pangkalpinang terkait kasus kekerasan yang terjadi di salah satu SMPN Pangkalpinang.

“Hasil investigasi akan di-share, baik kepada KPAI maupun Kementerian PPPA,” ujarnya.

Sedangkan terkait video kekerasan pemukulan siswa di kelas yang viral, kata Retno, ternyata bukan merupakan kejadian di Pangkalpinang, namun diduga terjadi di tempat lain —diduga di Pontianak-.

Baik KPAI, Kemdikbud maupun Kementerian PPPA sepakat akan meminta bantuan KemenKominfo untuk bisa melacak lokasi kejadian dalam video tersebut.

“Terkait hal ini, Kementerian PPPA dan Kemdikbud akan melakukan penyelidikan untuk memastikan peristiwa tersebut dan akan bertindak sesuai kewenangan yang diamanatkan oleh perundangan,” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terpopuler

Perpustakaan Tulungagung Dapat Tambahan Koleksi Sebanyak 586 Judul Buku

Sebanyak 586 judul buku baru tersebut terdiri dari 365 judul dalam bentuk buku elektronik (e-book), dan 221 judul dalam bentuk buku fisik dengan jumlah buku sebanya 275 buah.

Inilah 14 Dosen IAIN Pekalongan Yang Lolos Nominee Bantuan Hibah Kemenag 2020

Pengumuman nominee tersebut merujuk pada Surat Keputusan yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia (Dirjen Pendis Kemenag RI) Nomor 5042 Tahun 2019, tertanggal 10 September 2019.

Sleepover dan Membangun Karakter

Di luar itu semua, ada juga yang kombinasi dari beberapa alasan di atas. Apa pun alasannya, kegiatan sleepover ternyata bermanfaat untuk membangun kohesi sosial, keterikatan serta pembangunan karakter, saling memahami, dan membangun sifat toleransi

Berita Terkait

close