Selasa, Juni 2, 2020
  • Pendidikan
  • TV Literasi

Sulap Limbah B3 Jadi Beton Berkualitas Tinggi, Tim ITS Raih Juara I KRB 2018

Baca Juga

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Prestasi yang membanggakan kembali berhasil ditorehkan oleh mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dalam Kompetisi Rancang Bangun (KRB) 2018 yang diselenggarakan di Universitas Udayana, Denpasar, Bali, awal Februari ini.

Dalam sesi Lomba Beton Nasional ini, tim Senanjaya 79 dari Departemen Teknik Sipil ITS berjaya dengan menyabet juara pertama.

Ajang ini diikuti oleh 63 peserta dari 53 perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Mengusung tema “High Early Strength and Low Cost Concrete Competition”, kompetisi ini menantang para peserta untuk membuat beton bermutu tinggi dalam waktu tujuh hari dengan biaya yang relatif murah.

Tim Senanjaya 79 digawangi oleh tiga mahasiswa yakni Andini Dwi Agustin, Jonathan Febryan, dan Reza Syihabul Millah S serta satu dosen pembimbing, Faimun MSc PhD.

“Menanggapi tema tersebut, tim ini kemudian membuat inovasi beton dengan menggunakan fly ash atau sisa pembakaran batu bara pada pembangkit listrik sebagai pengganti semen dan tawas sebagai campurannya,” ungkap Faimun dalam rilis yang diterima SERUJI, Selasa (6/2).

Menurut Fahmi, pada umumnya beton dengan rancangan kuat tekan dalam 28 hari menghasilkan 60 mpa. Namun berkat kerja keras dari tim ini, inovasi beton mereka mampu menghasilkan kuat tekan 62,3 mpa hanya dalam waktu tujuh hari. Beton tersebut kemudian diberi nama Beton As Crete (Alumn and Sugar Conctete).

“Tim Senanjaya 79 ini sempat mengalami kesulitan dalam mencari material. Pasalnya, fly ash sendiri merupakan limbah bahan berbahaya dan beracun atau yang biasa dikenal sebagai limbah B3, sehingga perlu adanya penanganan khusus dan surat pengantar untuk memperolehnya,” ungkapnya.

Sementara itu Reza Syihabul Millah menambahkan, selain dari referensi jurnal asing, pihaknya juga melakukan penelitian kurang lebih satu sampai dua bulan sehingga ide tersebut benar-benar matang.

“Meski mengaku persaingan yang terjadi antara peserta cukup ketat, namun tim ini tetap optimistis untuk membawa pulang juara pertama. Kami merasa yakin karena penelitian ini baru pertama kali dilakukan di Indonesia,” ujar mahasiswa angkatan 2016. (Devan/Hrn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terpopuler

Sleepover dan Membangun Karakter

Di luar itu semua, ada juga yang kombinasi dari beberapa alasan di atas. Apa pun alasannya, kegiatan sleepover ternyata bermanfaat untuk membangun kohesi sosial, keterikatan serta pembangunan karakter, saling memahami, dan membangun sifat toleransi

Menag Kunjungi Rumah Penerima Bidik Misi IAIN Purwokerto

Kepada Emilia, gadis yang sudah ditinggal ibundanya sejak 40 hari kelahirannya, Menag berpesan agar program bidik misi ini terus diterima hingga kuliahnya selesai empat tahun atau delapan semester, maka prestasinya harus terjaga dan tidak boleh turun.

Kemendikbud Dorong Produser untuk Kembangkan Film yang Mendidik

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Pusat Pengembangan Perfilman (Pusbangfilm) memberikan apresiasi dan penghargaan kepada para produser yang filmnya berhasil mendapatkan lebih dari 1 juta penonton.

Kemenag Undang Siswa Madrasah Aliyah Ikuti Lomba Karya Ilmiah

Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidkan Madrasah (Ditpenmad) kembali menggelar Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI). Event tahun ini merupakan gelaran kali kelima.

Indonesia dan Belanda Kerjasama Revitalisasi Pendidikan Kejuruan

JAKARTA -  Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Pemerintah Belanda melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, dan Sains menandatangani tiga naskah kerja sama di...

Berita Terkait

close