Minggu, April 18, 2021
  • Pendidikan
  • TV Literasi

Soal Anggaran SLTA Surabaya, Martadi: Masih Cari Payung Hukum

Baca Juga

SURABAYA – Ketua Dewan Pendidikan Surabaya, Martadi menyebutkan alasan utama dari batalnya pemberian bantuan khusus dari Pemkot Surabaya ke Pemprov Jatim untuk dana pendidikan SLTA (SMA dan SMK) di Surabaya sebesar Rp 180 miliar, karena pemkot hingga saat ini masih mencari payung hukum yang jelas.

“Terkait bagaimana aturannya, alokasi seperti apa, ini yang pemkot masih gali lagi,” urainya saat dihubungi Seruji, Rabu (23/8).

Sebab, saat ini undang-undang telah mengatur jika pengelola SMA dan SMK ada di bawah naungan provinsi. Oleh karena itu, Martadi menegaskan, jika pemkot ingin membantu dalam tata kelola tersebut, perlu ada mekanisme dan aturan yang jelas.

“Karena ini sangkut pautnya dengan uang. Anggaran daerah,” tegasnya.

Lebih lanjut Martadi mengungkapkan bahwa Dinas Pendidikan (Disdik) beserta Pemkot Surabaya, telah mencoba menghubungi beberapa pihak seperti Kejaksaan dan pihak Kepolisian. Pertemuan tersebut dimaksudkan sebagai ajang konsultasi, untuk mencari jawaban, apakah memungkinkan jika pemberian dana di luar kewenangan.

“Rekan dari Kejaksaan menilai itu riskan. Karena belum ada payung hukum yang jelas, belum ada aturan hitam di atas putih,” ungkapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terpopuler

Tingkat Literasi Pelajar Indonesia Masih Rendah, Inilah Hasil Survei PISA

Kompetensi membaca pelajar Indonesia menurut hasil survei PISA 2015 meraih nilai 397. Angka ini jauh di bawah  rata-rata OECD sebesar 493. Demikian pula skor kompetensi matematika hanya 386, tertinggal dari rata-rata OECD sebesar 490.

Inilah 14 Dosen IAIN Pekalongan Yang Lolos Nominee Bantuan Hibah Kemenag 2020

Pengumuman nominee tersebut merujuk pada Surat Keputusan yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia (Dirjen Pendis Kemenag RI) Nomor 5042 Tahun 2019, tertanggal 10 September 2019.

Berita Terkait

close