Kamis, Mei 26, 2022
  • Pendidikan
  • TV Literasi

Soal Anggaran SLTA Surabaya, Martadi: Masih Cari Payung Hukum

Baca Juga

SURABAYA – Ketua Dewan Pendidikan Surabaya, Martadi menyebutkan alasan utama dari batalnya pemberian bantuan khusus dari Pemkot Surabaya ke Pemprov Jatim untuk dana pendidikan SLTA (SMA dan SMK) di Surabaya sebesar Rp 180 miliar, karena pemkot hingga saat ini masih mencari payung hukum yang jelas.

“Terkait bagaimana aturannya, alokasi seperti apa, ini yang pemkot masih gali lagi,” urainya saat dihubungi Seruji, Rabu (23/8).

Sebab, saat ini undang-undang telah mengatur jika pengelola SMA dan SMK ada di bawah naungan provinsi. Oleh karena itu, Martadi menegaskan, jika pemkot ingin membantu dalam tata kelola tersebut, perlu ada mekanisme dan aturan yang jelas.

“Karena ini sangkut pautnya dengan uang. Anggaran daerah,” tegasnya.

Lebih lanjut Martadi mengungkapkan bahwa Dinas Pendidikan (Disdik) beserta Pemkot Surabaya, telah mencoba menghubungi beberapa pihak seperti Kejaksaan dan pihak Kepolisian. Pertemuan tersebut dimaksudkan sebagai ajang konsultasi, untuk mencari jawaban, apakah memungkinkan jika pemberian dana di luar kewenangan.

“Rekan dari Kejaksaan menilai itu riskan. Karena belum ada payung hukum yang jelas, belum ada aturan hitam di atas putih,” ungkapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terpopuler

Kursus Bahasa Indonesia di Universitas BBS Hungaria

JAKARTA - Budapest Business School (BBS), University of Applied Science, Hungaria, membuka kelas Bahasa Indonesia sebagai salah satu kursus bahasa yang dipilih mahasiswanya untuk...

Tingkat Literasi Pelajar Indonesia Masih Rendah, Inilah Hasil Survei PISA

Kompetensi membaca pelajar Indonesia menurut hasil survei PISA 2015 meraih nilai 397. Angka ini jauh di bawah  rata-rata OECD sebesar 493. Demikian pula skor kompetensi matematika hanya 386, tertinggal dari rata-rata OECD sebesar 490.

Perpustakaan Tulungagung Dapat Tambahan Koleksi Sebanyak 586 Judul Buku

Sebanyak 586 judul buku baru tersebut terdiri dari 365 judul dalam bentuk buku elektronik (e-book), dan 221 judul dalam bentuk buku fisik dengan jumlah buku sebanya 275 buah.

Luar Biasa, 80 Persen Siswa di Sekolah Ini Langsung Diterima Bekerja di Industri

“Sekolah kami untuk siap kerja, bukan untuk kuliah. Kami bisa menerima siswa yang ingin kuliah, tetapi kami utamakan (perguruan tinggi) yang sudah kerja sama (dengan kami),” ujar Kepala Sekolah.

Berita Terkait

close