Selasa, Desember 7, 2021
  • Pendidikan
  • TV Literasi

Sistem Rekrutmen Guru Salah Satu Penyebab Kasus Kekerasan Pada Siswa

Baca Juga

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Ketua Dewan Pendidikan Surabaya (DPS), Martadi mengatakan bahwa kasus kekerasan pada siswa dapat terjadi karena banyak aspek, salah satunya sistem rekrutmen terhadap guru.

Hal ini disampaikan Martadi menyikapi kasus pencabulan yang dilakukan seorang guru SD swasta di Surabaya yang berinisial MSH, kepada siswanya sendiri.

“Kasus kekerasan pada siswa terjadi karena berbagai aspek, seperti sistem seleksi saat rekrutmen guru yang kurang tepat. Maka hal ini bisa memicu perilaku menyimpang yang dilakukan guru terhadap siswa, karena kedekatan antara guru dan siswa terbilang sangat dekat,” kata Martadi saat dikonfrimasi SERUJI, Jumat (23/2).

Untuk mengatasi agar peristiwa tersebut tidak terulang kedepannya, DPS, kata Martadi, merekomendasikan agar sistem rekrutmen guru dilakukan lebih konprehensif.

“Saya rasa sebelum terjadi kekerasan pada siswa (kembali), Dinas Pendidikan perlu mengoptimalkan penerapan sistem rekrutmen guru, lewat psikotes atau psikologi dengan parameter-parameter yang ketat,” tuturnya.

Baca juga: Guru Diduga Cabuli 65 Muridnya, Kapolda: Hukum Berat

Selain itu, lanjutnya, keterlibatan orang tua untuk ikut bersama mengawal dan mendeteksi perilaku anak sangat diperlukan, supaya orang tua bisa mengenali perubahan perilaku ketika ada hal yang terjadi pada anak.

Baca juga: Prihatin Kasus Pencabulan Guru ke Siswa, Berikut Rekomendasi Dewan Pendidikan Surabaya

“Perilaku anak bisa berubah jika anak itu mengalami sesuatu. Selain orang tua, Pihak guru dan Wali Kelas wajib mengenali perubahan perilaku anak, jika ada yang terjadi, segera ditindaklanjuti,” pungkasnya. (Devan/Hrn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terpopuler

Walau Telah Berusia 71 Tahun, Gondo Berhasil Rampungkan Pendidikan S-2 di ITS

Tekad besar Soejoto untuk menuntut ilmu membawanya dalam tujuan yang diinginkan. Pria yang selalu ceria ini sukses menuntaskan program magister (S-2) Teknik Kimia ITS dan resmi diwisuda di Graha Sepuluh Nopember ITS pada Ahad (15/9) kemarin.

Ombudsman: Sekolah Jual Seragam dan LKS ke Siswa Bisa Disanksi Administrasi dan Pidana

Agus menegaskan bahwa jual beli seragam, buku pelajaran dan LKS yang dilakukan pihak sekolah merupakan mal administrasi, sebuah pelanggaran administrasi, juga dapat dikategorikan sebagai tindakan Pungutan Liar atau Pungli, yang dapat dikenakan sanksi pidana bagi pelakunya.

Wow! Belum Sebulan, Buku “Mantappu Jiwa” Jerome Polin Sudah Terjual 20 Ribu Eksemplar

Buku 'Mantappu Jiwa' berisi catatan-catatan Jerome yang gigih memperjuangkan pendidikan sampai mendapat beasiswa penuh program sarjana Mitsui Bussan di Waseda University, Jepang.

Perpustakaan Tulungagung Dapat Tambahan Koleksi Sebanyak 586 Judul Buku

Sebanyak 586 judul buku baru tersebut terdiri dari 365 judul dalam bentuk buku elektronik (e-book), dan 221 judul dalam bentuk buku fisik dengan jumlah buku sebanya 275 buah.

Berita Terkait

close