Minggu, Oktober 17, 2021
  • Pendidikan
  • TV Literasi

Sambil Tunggu Perpres, Kemendikbud Siapkan Penerapan Program Sekolah Lima Hari

Baca Juga

SURABAYA – Sambil menunggu turunnya Peraturan Presiden pengganti Peraturan Menteri (Permen) Nomor 23 tahun 2017, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus mempersiapkan penerapan program sekolah lima hari.

“Kami terus mempersiapkannya sambil menunggu turunnya Peraturan Presiden yang akan mengganti Permen dan mudah-mudahan akan secepatnya,” kata Mendikbud Muhadjir Effendy usai acara Penyegaran Instruktur Nasional Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Timur di Surabaya, Ahad (9/7).

Muhadjir menjelaskan, persiapan yang dilakukan pihaknya adalah mulai dari penataran, sosialisasi juga termasuk kelompok kerja yang dikirimkan di tiap daerah untuk membantu pelaksanaan aturan ini.

“Program lima hari sekolah dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan kondisi kesiapan dan kemampuan masing-masing daerah,” ujar mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini.

Sampai saat ini, kata dia, baru 11 kabupaten/kota yang menerapkan program itu dikarenakan harus menyesuaikan sarana prasarana yang dimiliki tiap daerah.

“Di Jatim baru Kota Malang dan Kota Blitar yang komitmen dengan sekolah lima hari ini. Kalau Surabaya saya belum berdialog dengan wali kotanya,” ungkapnya.

Muhadjir mengungkapkan penguatan karakter juga diatur dalam permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Sementara untuk penerapannya akan sangat bervariasi di tiap daerah dan sekolah.

Sementara itu, Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jatim Bambang Agus Susetyo menambahkan pihaknya akan terus melakukan sosialisasi Perpres Nomor 19 tahun 2017 tentang guru dan Permen Nomor 23 tahun 2017.

“Kami harus menyampaikan terkait kejelasan dua aturan tersebut. Bukannya pendidikan agama ditiadakan atau dilaksanakan ‘full day school’, bukan seperti itu,” ucapnya.

Dia mengatakan, sosialisasi akan dilakukan di Pacitan pekan depan yakni di sela launching pembukaan bimbingan teknis (bimtek) guru sastra.

“Dengan sosialisasi ini guru bisa memaknai delapan jam mengajar tersebut. Jadi pengajaran bukan hanya di kelas, tetapi juga pendidikan karakter di luar kelas atau bisa kolaborasi dengan Madrasah Diniyah,” tutur Bambang. (IwanY)

SumberAntara

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terpopuler

Sleepover dan Membangun Karakter

Di luar itu semua, ada juga yang kombinasi dari beberapa alasan di atas. Apa pun alasannya, kegiatan sleepover ternyata bermanfaat untuk membangun kohesi sosial, keterikatan serta pembangunan karakter, saling memahami, dan membangun sifat toleransi

Menag Kunjungi Rumah Penerima Bidik Misi IAIN Purwokerto

Kepada Emilia, gadis yang sudah ditinggal ibundanya sejak 40 hari kelahirannya, Menag berpesan agar program bidik misi ini terus diterima hingga kuliahnya selesai empat tahun atau delapan semester, maka prestasinya harus terjaga dan tidak boleh turun.

Kemendikbud Dorong Produser untuk Kembangkan Film yang Mendidik

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Pusat Pengembangan Perfilman (Pusbangfilm) memberikan apresiasi dan penghargaan kepada para produser yang filmnya berhasil mendapatkan lebih dari 1 juta penonton.

Kemenag Undang Siswa Madrasah Aliyah Ikuti Lomba Karya Ilmiah

Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidkan Madrasah (Ditpenmad) kembali menggelar Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI). Event tahun ini merupakan gelaran kali kelima.

Indonesia dan Belanda Kerjasama Revitalisasi Pendidikan Kejuruan

JAKARTA -  Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Pemerintah Belanda melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, dan Sains menandatangani tiga naskah kerja sama di...

Berita Terkait

close