Jumat, November 27, 2020
  • Pendidikan
  • TV Literasi

RUU Sistem Perbukuan Diharapkan Permudah Akses Publik Terhadap Bahan Bacaan

Baca Juga

JAKARTA – Pemerintah dan Komisi X DPR RI telah menyetujui Rancangan Undang Undang (RUU) Sistem Perbukuan untuk dibawa ke Rapat Paripurna. Persetujuan ini disepakati dalam Raker antara Pemerintah dengan Komisi X di Gedung DPR Senayan, Selasa (04/04) malam.

Sejumlah pihak berharap keberadaan RUU ini akan berdampak pada kemudahan akses masyarakat terhadap bahan bacaan atau buku.

Lathifah Shohib misalnya, menyampaikan bahwa selama ini akses masyarakat untuk memperoleh buku masih sulit, terutama pada daerah terpencil dan terluar. “Ini menjadi gambaran potret buram pendidikan di perbatasan,” katanya.

“RUU Sistem perbukuan kiranya dapat meningkatkan pendidikan masyarakat,” tambahnya.

Harapan yang sama disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. Ia berterima kasih karena RUU yang sudah lama dibahas ini akhirnya disetujui untuk dibawa ke paripurna.

“Semoha keberadaan RUU tersebut akan memberi kemudahan akses umat,” kata Muhajir.

Selain itu, Muhadjir berharap RUU Sistem Perbukuan juga dapat membentuk masyarakat yang gemar membaca. “Semoga masyarakat akan memperoleh kemudahan dalam perbukuan, baik masyarakat terluar maupun tertinggal, secara mudah dan murah,” katanya.

Namun, lanjut Muhadjir, murah tidak dalam konotasi murahan, akan tetapi bisa dijangkau semua lapisan masyarakat dari Sabang sampai Merauke.

“Nanti Insya Allah tidak adalagi buku yang tidak ada peruntukannya. Jadi buku anak, buku dewasa atau buku yang bisa dikonsumsi untuk umum,” jelas mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini.

Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Badan dan Diklat Kemenag Abd. Rahman Masud yang mewakili Menag Lukman Hakim Saifuddin.

EDITOR: Harun S

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terpopuler

Perpustakaan Tulungagung Dapat Tambahan Koleksi Sebanyak 586 Judul Buku

Sebanyak 586 judul buku baru tersebut terdiri dari 365 judul dalam bentuk buku elektronik (e-book), dan 221 judul dalam bentuk buku fisik dengan jumlah buku sebanya 275 buah.

Inilah 14 Dosen IAIN Pekalongan Yang Lolos Nominee Bantuan Hibah Kemenag 2020

Pengumuman nominee tersebut merujuk pada Surat Keputusan yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia (Dirjen Pendis Kemenag RI) Nomor 5042 Tahun 2019, tertanggal 10 September 2019.

Sleepover dan Membangun Karakter

Di luar itu semua, ada juga yang kombinasi dari beberapa alasan di atas. Apa pun alasannya, kegiatan sleepover ternyata bermanfaat untuk membangun kohesi sosial, keterikatan serta pembangunan karakter, saling memahami, dan membangun sifat toleransi

Berita Terkait

close