Jumat, September 25, 2020
  • Pendidikan
  • TV Literasi

PKS Lebak Kritisi Pernyataan Menag Awasi Rohis

Baca Juga

LEBAK – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Lebak mengkritisi pernyataan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat halal bihalal bersama pegawai Kementerian Agama bahwa kegiatan pembina rohani Islam (Rohis) di sekolah-sekolah untuk diawasi, karena dinilainya tidak mendidik.

“Kami sangat menyayangkan sikap seorang Menteri Agama yang meminta mengawasi kegiatan Rohis di sekolah-sekolah. Semestinya, pemerintah mengapresiasi kegiatan Rohis atas kiprahnya selama ini,” kata Ketua DPD PKS Kabupaten Lebak Dian Wahyudi dalam keterangan tertulisnya di Lebak, Ahad (9/7).

Selama ini, menurutnya, kegiatan Rohis di sekolah-sekolah di Kabupaten Lebak cukup positif dalam pembentukan generasi muda yang agamis dan berkarakter akhlak mulia.

“Kegiatan Rohis di sekolah-sekolah itu sangat berjasa dalam ikut membina kerohanian para siswa. Bahkan, kegiatan Rohis juga patut diapresiasi di tengah kekurangan guru agama di sekolah-sekolah,” ujarnya.

Pernyataan Menag itu tentu tidak arif juga tak mendidik khususnya bagi para aktivis Rohis.

“Saya yakin pernyataan Menag tentu mengundang polemik di kalangan pendidik, terlebih masyarakat Lebak yang religius agama Islam,” ujarnya.

Menurut Dian, pemerintah seharusnya berterima kasih kegiatan Rohis di sekolah-sekolah mulai tingkat SMP dan SMA/SMK sangat berjasa dalam membina pemahaman keagamaan siswa juga membentuk akhlak yang agamis.

Sebab, manfaat Rohis itu jelas-jelas dapat mencegah dekadensi moral dan budaya liberal di kalangan siswa.

“Kami balik tanya apakah ditemukan aktivis Rohis yang pakai narkoba, tawuran, seks bebas, atau pornografi,” ujar Dian.

Sebaliknya, ujar Dian, program-program kegiatan Rohis justru dapat memahami pendidikan agama yang baik sehingga dapat membentuk manusia yang berakhlak mulia.

Apabila, siswa itu memiliki akhlak yang mulia maka tidak akan terjadi tawuran antarpelajar maupun tindakan perbuatan moral lainnya.

“Saya kira kegiatan Rohis tentu pemerintah harus mendukung dan memberikan semangat kepada siswa yang mengikuti kegiatan Rohis,” katanya.

Ia mengatakan, apabila kegiatan Rohis dinilai masih kurang atau belum benar, justru itu tugas Kemenag untuk membinanya.

“Kemenag harus berbuat membantu pembinaan kerohanian di sekolah-sekolah umum maupun sekolah-sekolah agama swasta,” tuturnya.

Untuk itu, pihaknya mengajak kegiatan Rohis di sekolah-sekolah terus dioptimalkan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

Sebagaimana amanat Pasal 31 UUD 1945 dalam mewujudkan sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Kami menilai kegiatan Rohis sangat positif dan tidak perlu diawasi,” pungkasnya. (IwanY)

SumberAntara

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terpopuler

Berita Terkait

close