Minggu, April 18, 2021
  • Pendidikan
  • TV Literasi

Perkelahian Siswa dalam Video, Disdik Kalbar: Sudah Diselesaikan Secara Kekeluargaan

Baca Juga

PONTIANAK, SERUJI.CO.ID – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalbar, Alexius Akim menyatakan, perkelahian dua siswa di SMA Bina Utama Pontianak yang viral di media sosial sudah diselesaikan secara kekeluargaan.

“Perkelahian dua siswa itu sudah diselesaikan secara kekeluargaan dengan mempertemukan siswa dan wali muridnya, dan keduanya juga tetap berteman dan belajar seperti biasa,” kata Alexius Akim seusai menggelar pertemuan dengan KPAID dan Polresta Pontianak, dan pihak sekolah SMA Bina Utama, Selasa (7/11).

Ia menjelaskan, perkelahian kedua siswa kelas X di SMA Bina Utama Pontianak itu, berawal dari saling mengejek, tetapi tidak sampai menimbulkan cidera, dan bukan perlakuan kasar seorang guru ke siswa seperti informasi yang beredar di media sosial.

“Peristiwa itu terjadi Kamis (2/11) sekitar pukul 11.30 WIB di dalam ruang kelas. Saat itu sedang pergantian mata pelajaran. AL (17) dan ALF (15) saling olok sehingga terjadi perkelahian tersebut, disaat bersamaan ada siswa yang merekam dengan durasi sekitar 00.37 detik, lalu kemudian saling kirim hingga tersebar di media sosial,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Akim menambahkan, para siswa kelas X itu, pakaiannya memang masih beragam, bahkan ada yang masih menggunakan seragam SMP, karena memang belum semua dapat pakaian seragam dari sekolah.

“Kejadian itu tidak menjadi delik aduan sehingga tidak perlu dikembangkan dan permasalahan tersebut dianggap selesai. Ini hasil pertemuan kami, semoga masyarakat tidak terpancing oleh isu-isu yang beredar di media sosial karena kenyataan yang sebenarnya adalah seperti yang kami sampaikan pada siang hari ini,” katanya.

Sementara itu, Kepala SMK Bina Utama, Ashar mengatakan, pihaknya baru mengetahui kejadian itu, Ahad (5/11), itu pun setelah melihat video itu beredar luas.

“Setelah kejadian itu anak-anak belajar seperti biasa, tidak ada apa-apa. Makanya kami kaget juga dengan berita ini menjadi viral seperti ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya akan meningkatkan pengawasan terhadap seluruh siswa yang ada di SMA Bina Utama agar ke depannya lebih baik lagi. (Ant/SU02)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terpopuler

Tingkat Literasi Pelajar Indonesia Masih Rendah, Inilah Hasil Survei PISA

Kompetensi membaca pelajar Indonesia menurut hasil survei PISA 2015 meraih nilai 397. Angka ini jauh di bawah  rata-rata OECD sebesar 493. Demikian pula skor kompetensi matematika hanya 386, tertinggal dari rata-rata OECD sebesar 490.

Inilah 14 Dosen IAIN Pekalongan Yang Lolos Nominee Bantuan Hibah Kemenag 2020

Pengumuman nominee tersebut merujuk pada Surat Keputusan yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia (Dirjen Pendis Kemenag RI) Nomor 5042 Tahun 2019, tertanggal 10 September 2019.

Berita Terkait

close