Jumat, Mei 27, 2022
  • Pendidikan
  • TV Literasi

Perguruan Tinggi Didorong Akomodir Kebutuhan Penyandang Disabilitas

Baca Juga

SOLO, SERUJI.CO.ID – Seluruh perguruan tinggi harus mengakomodir kebutuhan fasilitas para penyandang disabilitas. Hal tersebut dikemukakan oleh Staf Ahli Bidang Akademik Kemenristek Dikti Paulina Panen di Kota Solo, Jawa Tengah, Kamis (7/12).

Paulina mengungkapkan, nyatanya banyak perguruan tinggi yang belum melengkapi fasilitas penyandang disabilitas sesuai standar. “Usaha-usaha sudah dimulai tapi belum banyak di Indonesia,” ungkapnya.

Beberapa kendala yang dihadapi antara lain masalah perencanaan yang harus detail, pendanaan, dan partisipasi dari masyarakat yang masih minim.

“Masyarakat masih cenderung kalau punya anak disabilitas masih disembunyikan di rumah,” ujarnya.

Aturan mengenai pendidikan tinggi yang inklusif termuat dalam Permenrisetdikti Nomor 46 Tahun 2017 tentang pendidikan khusus dan pendidikan layanan khusus di perguruan tinggi.

“Perguruan tinggi harus bisa mengembangkan pemahaman melawan diskriminasi berdasarkan perbedaan rasial, fisik dan intoleransi,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal HAM Kemenkumham Mualimin Abdi menegaskan pendidikan adalah hak dasar yang melekat, termasuk bagi kelompok disabilitas.

Sejak tahun 2016, lanjutnya, terdapat peningkatan jumlah sekolah inklusif di jenjang SD hingga SMA.

Pemerintah telah melakukan sejumlah upaya seperti memberi bantuan pendidikan pada penyandang disabilitas, bekerja sama menyediakan infrastruktur bagi penyandang diaabilitas dan lain sebagainya.

“Dengan adanya UU mengenai disabilitas diharapkan kedepan para penyandang disabikitas memperoleh hak yang sama tanpa diskriminasi,” beber Mualimin. (Vita/Hrn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terpopuler

Kursus Bahasa Indonesia di Universitas BBS Hungaria

JAKARTA - Budapest Business School (BBS), University of Applied Science, Hungaria, membuka kelas Bahasa Indonesia sebagai salah satu kursus bahasa yang dipilih mahasiswanya untuk...

Tingkat Literasi Pelajar Indonesia Masih Rendah, Inilah Hasil Survei PISA

Kompetensi membaca pelajar Indonesia menurut hasil survei PISA 2015 meraih nilai 397. Angka ini jauh di bawah  rata-rata OECD sebesar 493. Demikian pula skor kompetensi matematika hanya 386, tertinggal dari rata-rata OECD sebesar 490.

Perpustakaan Tulungagung Dapat Tambahan Koleksi Sebanyak 586 Judul Buku

Sebanyak 586 judul buku baru tersebut terdiri dari 365 judul dalam bentuk buku elektronik (e-book), dan 221 judul dalam bentuk buku fisik dengan jumlah buku sebanya 275 buah.

Luar Biasa, 80 Persen Siswa di Sekolah Ini Langsung Diterima Bekerja di Industri

“Sekolah kami untuk siap kerja, bukan untuk kuliah. Kami bisa menerima siswa yang ingin kuliah, tetapi kami utamakan (perguruan tinggi) yang sudah kerja sama (dengan kami),” ujar Kepala Sekolah.

Berita Terkait

close