Selasa, Desember 7, 2021
  • Pendidikan
  • TV Literasi

Perguruan Tinggi Didorong Akomodir Kebutuhan Penyandang Disabilitas

Baca Juga

SOLO, SERUJI.CO.ID – Seluruh perguruan tinggi harus mengakomodir kebutuhan fasilitas para penyandang disabilitas. Hal tersebut dikemukakan oleh Staf Ahli Bidang Akademik Kemenristek Dikti Paulina Panen di Kota Solo, Jawa Tengah, Kamis (7/12).

Paulina mengungkapkan, nyatanya banyak perguruan tinggi yang belum melengkapi fasilitas penyandang disabilitas sesuai standar. “Usaha-usaha sudah dimulai tapi belum banyak di Indonesia,” ungkapnya.

Beberapa kendala yang dihadapi antara lain masalah perencanaan yang harus detail, pendanaan, dan partisipasi dari masyarakat yang masih minim.

“Masyarakat masih cenderung kalau punya anak disabilitas masih disembunyikan di rumah,” ujarnya.

Aturan mengenai pendidikan tinggi yang inklusif termuat dalam Permenrisetdikti Nomor 46 Tahun 2017 tentang pendidikan khusus dan pendidikan layanan khusus di perguruan tinggi.

“Perguruan tinggi harus bisa mengembangkan pemahaman melawan diskriminasi berdasarkan perbedaan rasial, fisik dan intoleransi,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal HAM Kemenkumham Mualimin Abdi menegaskan pendidikan adalah hak dasar yang melekat, termasuk bagi kelompok disabilitas.

Sejak tahun 2016, lanjutnya, terdapat peningkatan jumlah sekolah inklusif di jenjang SD hingga SMA.

Pemerintah telah melakukan sejumlah upaya seperti memberi bantuan pendidikan pada penyandang disabilitas, bekerja sama menyediakan infrastruktur bagi penyandang diaabilitas dan lain sebagainya.

“Dengan adanya UU mengenai disabilitas diharapkan kedepan para penyandang disabikitas memperoleh hak yang sama tanpa diskriminasi,” beber Mualimin. (Vita/Hrn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terpopuler

Walau Telah Berusia 71 Tahun, Gondo Berhasil Rampungkan Pendidikan S-2 di ITS

Tekad besar Soejoto untuk menuntut ilmu membawanya dalam tujuan yang diinginkan. Pria yang selalu ceria ini sukses menuntaskan program magister (S-2) Teknik Kimia ITS dan resmi diwisuda di Graha Sepuluh Nopember ITS pada Ahad (15/9) kemarin.

Ombudsman: Sekolah Jual Seragam dan LKS ke Siswa Bisa Disanksi Administrasi dan Pidana

Agus menegaskan bahwa jual beli seragam, buku pelajaran dan LKS yang dilakukan pihak sekolah merupakan mal administrasi, sebuah pelanggaran administrasi, juga dapat dikategorikan sebagai tindakan Pungutan Liar atau Pungli, yang dapat dikenakan sanksi pidana bagi pelakunya.

Wow! Belum Sebulan, Buku “Mantappu Jiwa” Jerome Polin Sudah Terjual 20 Ribu Eksemplar

Buku 'Mantappu Jiwa' berisi catatan-catatan Jerome yang gigih memperjuangkan pendidikan sampai mendapat beasiswa penuh program sarjana Mitsui Bussan di Waseda University, Jepang.

Perpustakaan Tulungagung Dapat Tambahan Koleksi Sebanyak 586 Judul Buku

Sebanyak 586 judul buku baru tersebut terdiri dari 365 judul dalam bentuk buku elektronik (e-book), dan 221 judul dalam bentuk buku fisik dengan jumlah buku sebanya 275 buah.

Berita Terkait

close