Minggu, Oktober 17, 2021
  • Pendidikan
  • TV Literasi

Peraih Nobel Ekonomi Dianugerahi Doktor Kehormatan di Unair

Baca Juga

SURABAYA – Ribuan civitas akademika Universitas Airlangga (Unair), praktisi, dan pemangku kebijakan berpartisipasi menghadiri kuliah umum penerima Nobel ekonomi tahun 2003, Prof  Robert Fry Engle III. Kuliah umum dilangsungkan di Airlangga Convention Center, Kampus C, Unair, Senin (20/2).

Sebelum kuliah umum, Rektor Unair Prof. Dr. M. Nasih, SE., MT., Ak., menganugerahi gelar doktor kehormatan kepada pengajar dan peneliti asal Stern School of Business, New York University. Engle merupakan penerima Nobel pertama yang dianugerahi gelar doktor kehormatan oleh Unair.

Ketika diwawancarai dalam kesempatan sebelumnya, Nasih mengungkapkan pemberian gelar doktor kehormatan kepada Engle adalah bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya ekonomi.

“Kita menganugerahkan gelar doktor kehormatan kepada Profosor Engle yang sudah berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya metode yang bisa menyelamatkan negara untuk menghindari krisis ekonomi,” tutur Nasih.

Metode yang dimaksud adalah mendeteksi volatilitas ekonomi dengan model ARCH (Autoregressive Conditional Heteroskedasticity) yang dikembangkan oleh Engle dan rekannya Profesor Clive W.J. Granger dari Universitas California San Diego (UCSD). Dengan menggunakan metode tersebut, peneliti dan praktisi bisa melakukan prediksi terhadap keadaan ekonomi, khususnya keuangan, dan berdasarkan runtun waktu.

Di hadapan civitas akademika yang hadir, Engle memberikan kuliah umum tentang The Prospects for Global Financial Stability. Engle menjelaskan, bahwa volatilitas memang terjadi di sejumlah negara di dunia.

Menurut Engle, risiko keuangan hendaknya tak dieliminasi. Sebab, pasar keuangan tak akan bekerja bila tak ada risiko. Namun, institusi keuangan perlu mewaspadai risiko sistemik.

“Kegagalan terjadi ketika institusi gagal memenuhi kewajibannya sehingga menyebabkan konsekuensi dalam sektor ekonomi riil,” tutur Engle.

Agar terhindar dari volatilitas, Engle memberikan rekomendasi kepada pemerintah di bidang keuangan. Menurutnya, pemerintah harus memastikan bahwa institusi keuangan harus memiliki modal untuk menanggulangi krisis. Selain itu, negara juga harus memiliki capital cushion untuk menyelamatkan keuangan apabila krisis terjadi.

Harapannya, bila krisis keuangan yang sistemik bisa dihindari, maka jalan menuju perdamaian akan kian terbuka.

EDITOR: Rizky

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terpopuler

Sleepover dan Membangun Karakter

Di luar itu semua, ada juga yang kombinasi dari beberapa alasan di atas. Apa pun alasannya, kegiatan sleepover ternyata bermanfaat untuk membangun kohesi sosial, keterikatan serta pembangunan karakter, saling memahami, dan membangun sifat toleransi

Menag Kunjungi Rumah Penerima Bidik Misi IAIN Purwokerto

Kepada Emilia, gadis yang sudah ditinggal ibundanya sejak 40 hari kelahirannya, Menag berpesan agar program bidik misi ini terus diterima hingga kuliahnya selesai empat tahun atau delapan semester, maka prestasinya harus terjaga dan tidak boleh turun.

Kemendikbud Dorong Produser untuk Kembangkan Film yang Mendidik

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Pusat Pengembangan Perfilman (Pusbangfilm) memberikan apresiasi dan penghargaan kepada para produser yang filmnya berhasil mendapatkan lebih dari 1 juta penonton.

Kemenag Undang Siswa Madrasah Aliyah Ikuti Lomba Karya Ilmiah

Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidkan Madrasah (Ditpenmad) kembali menggelar Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI). Event tahun ini merupakan gelaran kali kelima.

Indonesia dan Belanda Kerjasama Revitalisasi Pendidikan Kejuruan

JAKARTA -  Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Pemerintah Belanda melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, dan Sains menandatangani tiga naskah kerja sama di...

Berita Terkait

close