Minggu, April 18, 2021
  • Pendidikan
  • TV Literasi

Pengamat: Kampus Jeli Amati Perkembangan Pendidikan Tinggi

Baca Juga

PADANG, SERUJI.CO.ID – Pengamat bidang pendidikan tinggi dari Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumbar, Dr Ade Djulardi menilai kampus perlu jeli mengamati perkembangan pendidikan tinggi khususnya kebijakan dari kementerian.

“Seperti sistem akreditasi secara daring harus disikapi dengan tenang bukan kecemasan pada mekanisme baru,” ujarnya di Padang , Sabtu (23/12).

Menurutnya kebijakan dan perkembangan pendidikan tinggi di Indonesia selalu diarahkan pada hal positif dan peningkatan kualitas.

“Misalnya kebijakan keharusan dosen harus berpendidikan magister sebagai syarat minimal, saat ini berdampak pada kualitas lulusan yang berkompeten,” katanya.

Sama halnya dengan akreditasi secara daring tersebut yang mungkin di awal akan membingungkan, namun bila diamati secara detail ada kemudahan di dalamnya.

“Salah satunya kemudahan dalam hal efisiensi waktu dan anggaran, yang mana dokumen borang untuk akreditasi tidak perlu lagi dicetak dan berurusan lama untuk administrasinya,” ujarnya.

Dengan mengunggah ke dalam sistem laman daring akan memudahkan dan penerimaan kepada kementerian lebih cepat.

“Jadi bukan stigma bahwa masuk akreditasi daring menyulitkan kampus, justru memberi kemudahan kampus,” ujarnya.

Hanya saja, dia menambahkan beberapa kebijakan memang harus direvisi ulang agar tidak menyulitkan dosen dan kampus.

“Misalnya dalam hal prioritas penelitian di kalangan dosen perlu ditinjau ulang dengan menyertakan kelengkapan pendidikannya,” tuturnya.

Artinya bukan semata dosen harus banyak penelitian namun pendidikan atau pengajaran ditinggalkannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terpopuler

Tingkat Literasi Pelajar Indonesia Masih Rendah, Inilah Hasil Survei PISA

Kompetensi membaca pelajar Indonesia menurut hasil survei PISA 2015 meraih nilai 397. Angka ini jauh di bawah  rata-rata OECD sebesar 493. Demikian pula skor kompetensi matematika hanya 386, tertinggal dari rata-rata OECD sebesar 490.

Inilah 14 Dosen IAIN Pekalongan Yang Lolos Nominee Bantuan Hibah Kemenag 2020

Pengumuman nominee tersebut merujuk pada Surat Keputusan yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia (Dirjen Pendis Kemenag RI) Nomor 5042 Tahun 2019, tertanggal 10 September 2019.

Berita Terkait

close