Senin, April 19, 2021
  • Pendidikan
  • TV Literasi

Pendidikan Agama Tinggi Bukan Jaminan Tidak Melakukan Pelecehan Seksual

Baca Juga

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Sebagai lulusan Sekolah Tinggi di daerah Semampir, Surabaya, tidak menjamin seseorang seperti MSH (29), tidak melakukan pelecehan seksual.

Suryani, Pakar Psikologi Hukum dan Forensik UIN Sunan Ampel Surabaya, menegaskan tidak semua orang yang memiliki latar belakang pendidikan tinggi bahkan dalam Ilmu Agama, selalu dianggap orang baik.

“Justru kebanyakan pelaku, orang yang melakukan perbuatan itu adalah orang yang punya background agama yang cukup tinggi, banyak sekali faktor yang mempengaruhi, salah satunya mungkin kekurangan dia berinteraksi pada sesamanya,” katanya pada SERUJI, Jumat (23/2).

Menurut ibu dua anak ini, pencabulan yang dilakukan MSH kepada 65 muridnya, bisa dilatarbelakangi oleh adanya pengalaman masa lalu yang pernah dialami si pelaku.

“Jika dia pernah mengalami pencabulan semacam itu berarti dia cenderung pengulangan, dia sebagai orang yang melakukan. Ada faktor pengalaman yang mendasari dia sehingga berbuat seperti itu,” jelasnya.

Perempuan asli lamongan itu mengatakan perlu adanya investigasi lebih dalam untuk membuktikan dugaan penyebab penyimpangan seksual yang dialami pelaku.

“Harus diinvestigasi dulu, latar belakang pribadinya, dan kecenderungan yang melekat pada si pelaku, kok dia suka pada laki-laki, perempuan kok nggak,” pungkasnya. (Luh/Hrn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terpopuler

Tingkat Literasi Pelajar Indonesia Masih Rendah, Inilah Hasil Survei PISA

Kompetensi membaca pelajar Indonesia menurut hasil survei PISA 2015 meraih nilai 397. Angka ini jauh di bawah  rata-rata OECD sebesar 493. Demikian pula skor kompetensi matematika hanya 386, tertinggal dari rata-rata OECD sebesar 490.

Berita Terkait

close