Minggu, April 18, 2021
  • Pendidikan
  • TV Literasi

Pemprov Jatim Tolak Kenaikan SPP SMA/SMK

Baca Juga

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur belum menyetujui rencana kenaikan SPP SMA/SMK negeri di wilayah itu dan tetap mengacu pada Surat Edaran (SE) Gubernur Nomor 120/71/101/2017 tentang Sumbangan Pendanaan Pendidikan SMA/SMK untuk tahun ajaran baru 2018/2019.

Kepala Dinas Pendidikan Jatim Saiful Rachman saat dikonfirmasi di Surabaya, Jumat (22/6), mengatakan belum ada rencana menaikkan SPP SMA/SMK dan usulan kenaikan SPP justru datang dari kepala sekolah.

“Waktu rapat koordinasi kepala SMA/SMK lalu memang ada pembahasan untuk kenaikan SPP. Tapi itu pengajuan dari mereka,” kata Saiful.

Ia mengungkapkan, pengajuan dari kepala sekolah tersebut hingga saat ini belum disetujui oleh Pemprov Jatim.

“Memang inisiatif kepala sekolah dan belum ada persetujuan dari saya atau Pak Gubernur. Jadi tidak benar kalau ada yang menyebut akan ada kenaikan SPP SMA/SMK,” ujarnya.

Sementara itu, terkait penerimaan peserta didik baru (PPDB) jalur reguler jenjang SMA/SMK di Jatim akan dibuka pada Senin (25/6) sampai Kamis (28/6). Saiful menyatakan, akan ada perlakuan khusus untuk sekolah yang berada di kawasan terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Baca juga: Wacana SPP SMA/SMK Naik, Ini Reaksi Orangtua Murid

Menurut dia, jika kawasan 3T mengikuti sistem daring jalur reguler sesuai jadwal akan kesulitan mendapat siswa baru.

“Sekolah 3T tetap daring, tapi kita beri waktu lebih longgar. Di sana sulit mencari murid dibandingkan kawasan lain,” ujar mantan Kepala Badiklat Jatim ini.

Saiful mencontohkan sekolah 3T berada di kawasan Kepulauan Sumenep. Pendaftaran PPDB SMA/SMK sendiri bisa diakses di laman https://ppdbjatim.net/. Sebelum pendaftaran, Dindik Jatim membuka layanan latihan PPDB jalur reguler sejak 26 sampai 8 Juni. (Ant/SU02)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terpopuler

Tingkat Literasi Pelajar Indonesia Masih Rendah, Inilah Hasil Survei PISA

Kompetensi membaca pelajar Indonesia menurut hasil survei PISA 2015 meraih nilai 397. Angka ini jauh di bawah  rata-rata OECD sebesar 493. Demikian pula skor kompetensi matematika hanya 386, tertinggal dari rata-rata OECD sebesar 490.

Inilah 14 Dosen IAIN Pekalongan Yang Lolos Nominee Bantuan Hibah Kemenag 2020

Pengumuman nominee tersebut merujuk pada Surat Keputusan yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia (Dirjen Pendis Kemenag RI) Nomor 5042 Tahun 2019, tertanggal 10 September 2019.

Berita Terkait

close