Selasa, Desember 7, 2021
  • Pendidikan
  • TV Literasi

Pembagian Seragam SMK dan SMA Tak Merata, Komisi E DPRD Protes Keras

Baca Juga

SURABAYA – Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim Suli Daim mengungkapkan kekecewaan dikarenakan dalam pembagian seragam sekolah untuk SMK dan SMA Negeri se Jatim tidak merata. Pasalnya, pihak siswa sekolah swasta se Jatim tidak mendapatkan pembagian seragam sekolah.

”Penyelenggara pendidikan di Indonesia adalah negara, sehingga tak ada lagi pembedaan antara sekolah negeri dan sekolah swasta. Harus ada perlakuan yang sama,” ungkap pria yang juga politisi asal PAN ini saat ditemui SERUJI di kantornya, Selasa (5/9).

Untuk menghindari ketidak adilan dan ketidak merataanya pembagian seragam tersebut, lanjut Suli Daim, pihaknya meminta Diknas juga melakukan evaluasi agar pemberian baju seragam ini tidak hanya untuk Sekolah Negeri tapi juga swasta.

“Lakukan pemetaan pada anak tidak mampu. Saya juga minta agar seragam gratis ini juga untuk swasta. Sebab di negeri kan ada yang sudah dapat SPP gratis, maka harusnya ya swasta juga bisa dapat gratis,” ungkapnya.

Dengan pemetaan ini, sambung Suli Daim maka akan diketahui siapa yang berhak menerima seragam gratis dan yang dinilai tidak layak menerima seragam gratis.

(Setya/Hrn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terpopuler

Ombudsman: Sekolah Jual Seragam dan LKS ke Siswa Bisa Disanksi Administrasi dan Pidana

Agus menegaskan bahwa jual beli seragam, buku pelajaran dan LKS yang dilakukan pihak sekolah merupakan mal administrasi, sebuah pelanggaran administrasi, juga dapat dikategorikan sebagai tindakan Pungutan Liar atau Pungli, yang dapat dikenakan sanksi pidana bagi pelakunya.

Walau Telah Berusia 71 Tahun, Gondo Berhasil Rampungkan Pendidikan S-2 di ITS

Tekad besar Soejoto untuk menuntut ilmu membawanya dalam tujuan yang diinginkan. Pria yang selalu ceria ini sukses menuntaskan program magister (S-2) Teknik Kimia ITS dan resmi diwisuda di Graha Sepuluh Nopember ITS pada Ahad (15/9) kemarin.

Perpustakaan Tulungagung Dapat Tambahan Koleksi Sebanyak 586 Judul Buku

Sebanyak 586 judul buku baru tersebut terdiri dari 365 judul dalam bentuk buku elektronik (e-book), dan 221 judul dalam bentuk buku fisik dengan jumlah buku sebanya 275 buah.

Berita Terkait

close