Selasa, Desember 7, 2021
  • Pendidikan
  • TV Literasi

Pandai Berbahasa Daerah? Yuk Ikuti Festival Bahasa Ibu

Baca Juga

JAKARTA – Tanggal 21 Februari diperingati sebagai Hari Bahasa Ibu Internasional. Untuk memperingati Hari Bahasa Ibu Internasional, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyelenggarakan dua agenda besar kebahasaan, yaitu Seminar Nasional Bahasa Ibu dan Festival Bahasa Ibu. Menariknya, peserta Festival Bahasa Ibu adalah putra/putri daerah berusia antara 7 s.d 11 tahun yang dapat berbicara dan bercerita dengan bahasa daerah, serta mampu berbahasa Indonesia.

Dalam Festival Bahasa Ibu, peserta harus menyiapkan cerita rakyat dari daerah asalnya dan menceritakannya kembali dalam bahasa daerah sekitar 5-10 menit. Selain itu, peserta juga akan mewawancarai seorang tokoh dan melaporkan hasil wawancaranya dalam bahasa daerah sekitar 5-10 menit. Selama mengikuti Festival Bahasa Ibu, peserta harus memakai pakaian adat dari daerah asalnya.

Untuk memeriahkan peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional, Kemendikbud melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menurut release yang diterima SERUJI, juga akan menyelenggarakan Seminar Nasional Bahasa Ibu Tahun 2017. Seminar Nasional Bahasa Ibu mengambil tema “Peningkatan Vitalitas Bahasa Daerah untuk Memperkokoh Bahasa Indonesia”, dan akan berbentuk seminar sehari berbentuk plenary dan panel.

Di dalam sesi plenary dihadirkan satu pembicara kunci yang hadir di awal seminar. Sesi panel terdiri dari dua jenis, yakni dua panel pleno yang menghadirkan dua pembicara untuk setiap panel serta satu panel paralel untuk tiga kelompok (setiap kelompok tiga pembicara). Peserta Seminar Nasional Bahasa Ibu adalah akademisi, mahasiswa, siswa, budayawan, wartawan, pakar bahasa, dosen, pemerhati pendidikan, dan pegawai Kemendikbud.

Pendaftaran peserta Festival Bahasa Ibu dan Seminar Nasional Bahasa Ibu dapat melalui Pusat Pengembangan dan Pelindungan Badan Bahasa Kemendikbud, di Jalan Daksinapati Barat IV, Rawamangun, Jakarta Timur. Untuk pendaftaran dan informasi lebih lanjut dapat menghubungi Purwaningsih (081286888290) dan Devi Luthfiah (087885521497).

EDITOR : Yus Arza

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terpopuler

Ombudsman: Sekolah Jual Seragam dan LKS ke Siswa Bisa Disanksi Administrasi dan Pidana

Agus menegaskan bahwa jual beli seragam, buku pelajaran dan LKS yang dilakukan pihak sekolah merupakan mal administrasi, sebuah pelanggaran administrasi, juga dapat dikategorikan sebagai tindakan Pungutan Liar atau Pungli, yang dapat dikenakan sanksi pidana bagi pelakunya.

Walau Telah Berusia 71 Tahun, Gondo Berhasil Rampungkan Pendidikan S-2 di ITS

Tekad besar Soejoto untuk menuntut ilmu membawanya dalam tujuan yang diinginkan. Pria yang selalu ceria ini sukses menuntaskan program magister (S-2) Teknik Kimia ITS dan resmi diwisuda di Graha Sepuluh Nopember ITS pada Ahad (15/9) kemarin.

Perpustakaan Tulungagung Dapat Tambahan Koleksi Sebanyak 586 Judul Buku

Sebanyak 586 judul buku baru tersebut terdiri dari 365 judul dalam bentuk buku elektronik (e-book), dan 221 judul dalam bentuk buku fisik dengan jumlah buku sebanya 275 buah.

Berita Terkait

close