Rabu, September 30, 2020
  • Pendidikan
  • TV Literasi

Menristekdikti: Universitas Asing Tidak Lemahkan PTS

Baca Juga

SOLO, SERUJI.CO.ID – Perguruan tinggi asing yang akan berdiri di Indonesia tidak akan melemahkan perguruan tinggi swasta (PTS) karena keduanya memiliki segmen yang berbeda, kata Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir.

Nasir menegaskan perguruan tinggi asing tidak mengganggu PTS, bahkan bisa terjadi kolaborasi antara universitas asing dengan perguruan tinggi di Inonesia.

“Apakah perguruan tinggi asing akan mematikan PTS? Saya rasa tidak,” kata Nasir kepada wartawan sebelum berdialog dengan para pimpinan PTS di Solo dan sekitarnya yang berlangsung di kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) di Solo, Sabtu (24/2).

Dia mengatakan masuknya perguruan tinggi asing ke Indonesia tidak bisa dihindari karena dalam era teknologi informasi sekarang ini sebab arus barang dan jasa, termasuk jasa pendidikan, bisa masuk dengan bebas.

Nasir menyebutkan sejumlah universitas di Amerika Serikat, Inggris, dan Australia sudah menyatakan ingin masuk ke Indonesia.

Dia mengatakan masuknya perguruan tinggi asing bisa menguntungkan secara ekonomi karena bisa mengurangi jumlah mahasiswa Indonesia yang kuliah di luar negeri.

Menurut dia, jumlah mahasiswa Indonesia yang kuliah di luar negeri bisa mencapai puluhan ribu, bahkan di Australia saja berjumlah 24 ribu.

Dia mengatakan kuliah keluar negeri berarti ada aliran uang dari Indonesia ke luar negeri, baik untuk biaya pendidikan maupun biaya hidup yang jumlahnya sangat besar.

Jika mahasiswa Indonesia kuliah perguruan tinggi asing di Indonesia maka ada sebagian biaya yang tetap berada di Indonesia, yakni biaya hidup mahasiswa selama kuliah, katanya.

Dia mengatakan biaya pendidikan perguruan tinggi swasta di Indonesia paling besar Rp10 jutaan per semester bahkan ada yang Rp5 juta per semester dan jumlah ini tidak sebanding dengan biaya pendidikan asing yang bisa berjumlah 9.500 dolar Amerika, bahkan di Inggris bisa 8.000 pound sterling.

“Ibaratnya mobil. Mobil mewah tidak akan menggusur mobil Avanza. Apakah Mercy akan mendesak Avanza. Tidak. Ada segmen tersendiri,” katanya menegaskan.

Untuk itu, Nasir akan mendorong PTS berkolaborasi dengan perguruan tinggi asing sehingga PTS juga akan bisa berkelas dunia.

“Jika UMS berkolaborasi dengan perguruan tinggi asing, maka lima tahun berikutnya bisa menjadi kelas dunia. Mahasiswanya dari mana-mana, bahkan mahasiswa asing akan kuliah di UMS,” katanya. (Ant/SU05)

Terpopuler

Kemenag Undang Siswa Madrasah Aliyah Ikuti Lomba Karya Ilmiah

Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidkan Madrasah (Ditpenmad) kembali menggelar Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI). Event tahun ini merupakan gelaran kali kelima.

Berita Terkait

close