Senin, April 19, 2021
  • Pendidikan
  • TV Literasi

Menristekdikti Targetkan Satu PTS Akreditasi A di Tiap Provinsi

Baca Juga

PALEMBANG, SERUJI.CO.ID – Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir menargetkan minimal ada satu perguruan tinggi swasta terakreditasi A di tiap provinsi.

“Berdasarkan data dari 4.500 perguruan tinggi yang ada di Tanah Air hanya 68 perguruan tinggi negeri (PTN) dan 23 perguruan tinggi swasta (PTS) yang terakreditasi A,” kata Menristekdikti pada acara pembukaan Rapat Kerja Pimpinan PTS se-Kopertis Wilayah II Sumbagsel, di Griya Agung Palembang, Jumat (6/4) malam.

Menurut dia, melihat data minimnya perguruan tinggi yang terakreditasi A, pihaknya berupaya melakukan pendataan dan pembinaan terutama terhadap PTS yang telah terakreditasi B memungkinkan segera ditingkatkan akreditasinya.

Perguruan tinggi swasta yang dinilai memungkinkan untuk difasilitasi mendapatkan akreditasi A, akan dilakukan pendampingan menyiapkan persyaratan secara administrasi serta sarana dan prasarana pendukung.

Melalui upaya tersebut diharapkan mulai 2018 secara bertahap bisa direalisasikan target minimal satu provinsi terdapat satu PTS yang terbaik dengan nilai akreditasi A.

Untuk meningkatkan akreditasi perguruan tinggi di Tanah Air agar bisa menghasilkan lulusan yang memiliki daya saing tinggi akan dilakukan perbaikan sistem penilaian dan pembinaan.

Dengan melakukan perbaikan sistem tersebut, diharapkan dapat memotivasi pimpinan perguruan tinggi di negara ini lebih semangat memperbaiki kualitas.

Perguruan tinggi yang secara umum memenuhi persyaratan untuk ditingkatkan akreditasinya menjadi A, akan didorong bergerak cepat mengajukan akreditasi ulang sehingga bisa memotivasi perguruan tinggi lainnya berlomba-lomba meningkatkan akreditasinya, ujar Menristekdikti. (Ant/SU03)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terpopuler

Tingkat Literasi Pelajar Indonesia Masih Rendah, Inilah Hasil Survei PISA

Kompetensi membaca pelajar Indonesia menurut hasil survei PISA 2015 meraih nilai 397. Angka ini jauh di bawah  rata-rata OECD sebesar 493. Demikian pula skor kompetensi matematika hanya 386, tertinggal dari rata-rata OECD sebesar 490.

Berita Terkait

close