Senin, April 19, 2021
  • Pendidikan
  • TV Literasi

Mendikbud Ajak Guru Kerja Keras Wujudkan Pendidikan Berkemajuan Dengan Keteladanan

Baca Juga

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Menteri Pendidikan Muhadjir Effendy mengatakan guru harus menjadi teladan bagi para peserta didik,dan hal itu disampaikan pada upacara Hari Guru Nasional di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Sabtu (25/11).

“Mari bersama bekerja keras mewujudkan dunia pendidikan yang berkemajuan melalui keteladanan guru,” kata Muhadjir.

Tema besar Hari Guru Nasional 2017 ini adalah “Membangun Pendidikan Karakter melalui Keteladanan Guru”. Menurut Muhadjir, tema tersebut berkaitan dengan pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 87 tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter.

Dalam Pepres tersebut, Presiden mengamanatkan guru sebagai sosok yang utama dalam satuan pendidikan, guru harus berperan sebagai tokoh penting atau panutan bagi peserta didiknya dan guru harus menjadi sumber keteladanan.

Muhadjir mengajak para guru untuk berpikir apakah mereka sudah menjadi teladan bagi peserta didik, dan apakah masyarakat sudah cukup memuliakan para guru yang telah berjuang untuk mendidik dan membentuk karakter para pesertanya.

Upacara tersebut diikuti oleh 775 peserta, terdiri atas peserta simposium, seminar finalis lomba kreativitas dan inovasi, para guru dan tenaga kependidikan serta 34 organisasi profesi guru.

Rangkaian Hari Guru Nasional tahun ini sudah dilaksanakan sejak 23 sampai dengan 26 November 2017 dengan diisi berbagai kegiatan seperti Lomba Karya Inovasi Pembelajaran atau Pengelolaan Satuan PAUD dan DIKMAS, Simposium Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah, Lomba Naskah Guru, Lomba Karya Inovasi Karakter Bangsa dan Seminar Guru Pendidikan Dasar. (Ant/Hrn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terpopuler

Tingkat Literasi Pelajar Indonesia Masih Rendah, Inilah Hasil Survei PISA

Kompetensi membaca pelajar Indonesia menurut hasil survei PISA 2015 meraih nilai 397. Angka ini jauh di bawah  rata-rata OECD sebesar 493. Demikian pula skor kompetensi matematika hanya 386, tertinggal dari rata-rata OECD sebesar 490.

Berita Terkait

close