Selasa, Desember 7, 2021
  • Pendidikan
  • TV Literasi

MAN 1 Rokan Hilir Buat Terobosan Ujian Nasional

Baca Juga

PEKANBARU, SERUJI.CO.ID – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, membuat terobosan dalam menghadapi Ujian Nasional (UN) yang bakal digelar pada April dan Mei tahun 2018.

“Terobosan tersebut sudah dimulai sejak Oktober 2017 antara lain menyiapkan mental siswa kelas XII dan uji coba sejumlah materi ujian agar mereka tidak terbebani saat menghadapi UN,” kata Kepala Kepala MAN 1 Rokan Hilir, Rahmawati di Rokan Hilir, Kamis (7/12).

Menurut dia, terobosan dilakukan karena tahun pelajaran 2017-2018 bagi MAN 1 Rokan Hilir perdana melaksanakan UN berbasis komputer atau UNBK.

Ia mengatakan, persipan materi ujian diambil dari sejumlah materi ujian yang pernah diberikan pada tahun penyelenggaraan UN sebelumnya yang sebelumnya siswa disiapkan untuk mampu mengoperasikan komputer untuk UN berbasis komputer itu.

“Jauh hari kita persiapan siswa agar mereka tidak bingung memikirkan antara materi dan mengoperasikan komputer. Selain itu sejumlah materi ujian juga diberikan,” katanya.

Pada tahap berikutnya, siswa akan mengikuti simulasi UNBK tahap 2 yang akan dilaksanakan beberapa bulan kedepan.

Melalui tahap-tahap persiapan ini, katanya berharap, siswa bisa menjawab soal dengan maksimal, sesuai waktu yang sudah ditentukan.

Ia menjelaskan, Ujian Nasional adalah sistem evaluasi standar pendidikan dasar dan menengah secara nasional dan persamaan mutu tingkat pendidikan antar daerah yang dilakukan oleh Pusat Penilaian Pendidikan, Depdiknas di Indonesia berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003.

Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) disebut juga Computer Based Test (CBT) adalah sistem pelaksanaan ujian nasional dengan menggunakan komputer sebagai media ujiannya.

“Dalam pelaksanaannya, UNBK berbeda dengan sistem ujian nasional berbasis kertas atau paper based test (PBT) yang selama ini sudah berjalan,” katanya.

Sebab, katanya, penyelenggaraan UNBK saat ini menggunakan sistem semi-online yaitu soal dikirim dari server pusat secara online melalui jaringan (sinkronisasi) ke server lokal (sekolah), kemudian ujian siswa dilayani oleh server lokal (sekolah) secara offline.

Selanjutnya hasil ujian dikirim kembali dari server lokal (sekolah) ke server pusat secara online. (Ant/SU03)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terpopuler

Walau Telah Berusia 71 Tahun, Gondo Berhasil Rampungkan Pendidikan S-2 di ITS

Tekad besar Soejoto untuk menuntut ilmu membawanya dalam tujuan yang diinginkan. Pria yang selalu ceria ini sukses menuntaskan program magister (S-2) Teknik Kimia ITS dan resmi diwisuda di Graha Sepuluh Nopember ITS pada Ahad (15/9) kemarin.

Ombudsman: Sekolah Jual Seragam dan LKS ke Siswa Bisa Disanksi Administrasi dan Pidana

Agus menegaskan bahwa jual beli seragam, buku pelajaran dan LKS yang dilakukan pihak sekolah merupakan mal administrasi, sebuah pelanggaran administrasi, juga dapat dikategorikan sebagai tindakan Pungutan Liar atau Pungli, yang dapat dikenakan sanksi pidana bagi pelakunya.

Wow! Belum Sebulan, Buku “Mantappu Jiwa” Jerome Polin Sudah Terjual 20 Ribu Eksemplar

Buku 'Mantappu Jiwa' berisi catatan-catatan Jerome yang gigih memperjuangkan pendidikan sampai mendapat beasiswa penuh program sarjana Mitsui Bussan di Waseda University, Jepang.

Perpustakaan Tulungagung Dapat Tambahan Koleksi Sebanyak 586 Judul Buku

Sebanyak 586 judul buku baru tersebut terdiri dari 365 judul dalam bentuk buku elektronik (e-book), dan 221 judul dalam bentuk buku fisik dengan jumlah buku sebanya 275 buah.

Berita Terkait

close