Minggu, April 18, 2021
  • Pendidikan
  • TV Literasi

MAN 1 Rokan Hilir Buat Terobosan Ujian Nasional

Baca Juga

PEKANBARU, SERUJI.CO.ID – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, membuat terobosan dalam menghadapi Ujian Nasional (UN) yang bakal digelar pada April dan Mei tahun 2018.

“Terobosan tersebut sudah dimulai sejak Oktober 2017 antara lain menyiapkan mental siswa kelas XII dan uji coba sejumlah materi ujian agar mereka tidak terbebani saat menghadapi UN,” kata Kepala Kepala MAN 1 Rokan Hilir, Rahmawati di Rokan Hilir, Kamis (7/12).

Menurut dia, terobosan dilakukan karena tahun pelajaran 2017-2018 bagi MAN 1 Rokan Hilir perdana melaksanakan UN berbasis komputer atau UNBK.

Ia mengatakan, persipan materi ujian diambil dari sejumlah materi ujian yang pernah diberikan pada tahun penyelenggaraan UN sebelumnya yang sebelumnya siswa disiapkan untuk mampu mengoperasikan komputer untuk UN berbasis komputer itu.

“Jauh hari kita persiapan siswa agar mereka tidak bingung memikirkan antara materi dan mengoperasikan komputer. Selain itu sejumlah materi ujian juga diberikan,” katanya.

Pada tahap berikutnya, siswa akan mengikuti simulasi UNBK tahap 2 yang akan dilaksanakan beberapa bulan kedepan.

Melalui tahap-tahap persiapan ini, katanya berharap, siswa bisa menjawab soal dengan maksimal, sesuai waktu yang sudah ditentukan.

Ia menjelaskan, Ujian Nasional adalah sistem evaluasi standar pendidikan dasar dan menengah secara nasional dan persamaan mutu tingkat pendidikan antar daerah yang dilakukan oleh Pusat Penilaian Pendidikan, Depdiknas di Indonesia berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003.

Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) disebut juga Computer Based Test (CBT) adalah sistem pelaksanaan ujian nasional dengan menggunakan komputer sebagai media ujiannya.

“Dalam pelaksanaannya, UNBK berbeda dengan sistem ujian nasional berbasis kertas atau paper based test (PBT) yang selama ini sudah berjalan,” katanya.

Sebab, katanya, penyelenggaraan UNBK saat ini menggunakan sistem semi-online yaitu soal dikirim dari server pusat secara online melalui jaringan (sinkronisasi) ke server lokal (sekolah), kemudian ujian siswa dilayani oleh server lokal (sekolah) secara offline.

Selanjutnya hasil ujian dikirim kembali dari server lokal (sekolah) ke server pusat secara online. (Ant/SU03)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terpopuler

Tingkat Literasi Pelajar Indonesia Masih Rendah, Inilah Hasil Survei PISA

Kompetensi membaca pelajar Indonesia menurut hasil survei PISA 2015 meraih nilai 397. Angka ini jauh di bawah  rata-rata OECD sebesar 493. Demikian pula skor kompetensi matematika hanya 386, tertinggal dari rata-rata OECD sebesar 490.

Inilah 14 Dosen IAIN Pekalongan Yang Lolos Nominee Bantuan Hibah Kemenag 2020

Pengumuman nominee tersebut merujuk pada Surat Keputusan yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia (Dirjen Pendis Kemenag RI) Nomor 5042 Tahun 2019, tertanggal 10 September 2019.

Berita Terkait

close