Kamis, Mei 26, 2022
  • TV Literasi

Luar Biasa, Ribuan Orang Turut Pecahkan Rekor Dunia Penari Piring

Baca Juga

SOLOK SELATAN – Sebanyak 2.890 orang penari piring yang terdiri dari pelajar, Polwan, Bhayangkari dan Persit di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat memecahkan rekor dunia kategori pagelaran penari piring terbanyak.

“Tadi panitia bilang rekor nasional tetapi kami pastikan ini memecahkan rekor dunia karena tari piring merupakan kesenian tradisional yang hanya ada di Sumbar dan pagelaran hari ini merupakan penari piring terbanyak di dunia”, kata Senior Manager Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) Triyono, di Padang Aro, Ahad (22/9).

Pihaknya mengapresiasi pemecahan rekor ini karena merupakan salah satu upaya daerah untuk melestarikan adat budaya yang mulai jarang dilakukan terutama kaum milenial.

Selain itu katanya, pemecahan rekor dunia untuk seni tradisional juga akan mengangkat nama budaya lokal Indonesia ke mata internasional.

“Rekor hari ini akan masuk ke buku rekor Muri Indonesia yang baru,” ujar.

Piagam penghargaan Muri diberikan langsung oleh Senior Manager Muri Triyono dan diterima oleh Kapolda Sumbar Irjen Pol Fakhrizal didampingi Kapolres Solok Selatan AKBP Imam Yulisdianto.

Kapolda Sumbar Irjen Pol Fakhrizal mengatakan, untuk mengumpulkan 2.890 peserta dan menyatukan gerak tari bukan pekerjaan mudah sehingga patut di apresiasi.

“Kegiatan seperti ini tidak berhenti di sini saja dan saya siap mendukung kegiatan positif seperti ini,” ujarnya.

Menurut dia, melestarikan seni dan budaya tradisional sudah menjadi tugas kita bersama sehingga kegiatan seperti ini dan pelakunya juga milenial patut diapresiasi.

Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria mengatakan, kalau hanya tari piring di setiap daerah di Sumbar ada tetapi yang jumlahnya hampir tiga ribu hanya di sini.

“Saya setuju menjadikan tari piring massal ini kegiatan setiap tahun,” katanya.

Ketua DPRD Solok Selatan Zigo Rolanda mengatakan, tari piring merupakan budaya Minangkabau dan harus dilestarikan bersama.

“Dengan semakin majunya Ilmu pengetahuan dan teknologi kebudayaan sudah mulai memudar sehingga harus dilestarikan kembali,” katanya.

SumberAntara

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terpopuler

Kursus Bahasa Indonesia di Universitas BBS Hungaria

JAKARTA - Budapest Business School (BBS), University of Applied Science, Hungaria, membuka kelas Bahasa Indonesia sebagai salah satu kursus bahasa yang dipilih mahasiswanya untuk...

Tingkat Literasi Pelajar Indonesia Masih Rendah, Inilah Hasil Survei PISA

Kompetensi membaca pelajar Indonesia menurut hasil survei PISA 2015 meraih nilai 397. Angka ini jauh di bawah  rata-rata OECD sebesar 493. Demikian pula skor kompetensi matematika hanya 386, tertinggal dari rata-rata OECD sebesar 490.

Perpustakaan Tulungagung Dapat Tambahan Koleksi Sebanyak 586 Judul Buku

Sebanyak 586 judul buku baru tersebut terdiri dari 365 judul dalam bentuk buku elektronik (e-book), dan 221 judul dalam bentuk buku fisik dengan jumlah buku sebanya 275 buah.

Luar Biasa, 80 Persen Siswa di Sekolah Ini Langsung Diterima Bekerja di Industri

“Sekolah kami untuk siap kerja, bukan untuk kuliah. Kami bisa menerima siswa yang ingin kuliah, tetapi kami utamakan (perguruan tinggi) yang sudah kerja sama (dengan kami),” ujar Kepala Sekolah.

Berita Terkait

close