Senin, April 19, 2021
  • Pendidikan
  • TV Literasi

Kemensos Berencana Beri Beasiswa Kepada Anak Terdampak Teror

Baca Juga

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Kementerian Sosial berencana memberikan beasiswa kepada anak mantan teroris atau mereka yang terdampak kejadian teror.

Menteri Sosial Idrus Marham yang ditemui di Wisuda Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (3/3), mengatakan langkah itu dilakukan setelah pihaknya diundang dalam acara yang diselenggarakan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT).

“Saya sampaikan, Presiden Joko Widodo berpesan bahwa tidak ada satupun anak bangsa yang tidak mampu dan terdampak bencana sosial yang tak tertangani. Oleh karena itu Kemensos sudah mempersiapkan bantuan kepada keluarga pelaku, korban, atau keluarga yang terseret itu,” kata Idrus.

Idrus menyampaikan, Kemensos telah menyiapkan konsep-konsep untuk membantu mereka, baik dalam bentuk instrumen bantuan yang telah ada maupun yang akan dilaksanakan.

“Pertama melalui Program Keluarga Harapan (PKH). Jadi keluarga yang memenuhi persayaratan akan diberi bantuan. Uang ini juga diberikan untuk pendidikan anak-anak mereka,” kata dia.

Untuk kebutuhan hidup sehari-hari, Kemensos menggunakan instrumen beras gratis (Rastra). Selain mendapat PKH dan Rastra keluarga tersebut juga akan mendapat instrumen lain misalnya Kartu Indonesia Pintar (KIP) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS) dari Kementerian Kesehatan.

Idrus menambahkan, secara komulatif bantuan yang diberikan Kemensos cukup banyak. Untuk jangka waktu pendek yang akan mengatasi kebutuhan mendesak.

Namun dalam jangka panjang, Kemensos juga menyiapkan konsep pemberdayaan masyarakat. Untuk meningkatkan status mereka dari yang tidak mampu menjadi mampu. (Ant/SU01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terpopuler

Tingkat Literasi Pelajar Indonesia Masih Rendah, Inilah Hasil Survei PISA

Kompetensi membaca pelajar Indonesia menurut hasil survei PISA 2015 meraih nilai 397. Angka ini jauh di bawah  rata-rata OECD sebesar 493. Demikian pula skor kompetensi matematika hanya 386, tertinggal dari rata-rata OECD sebesar 490.

Berita Terkait

close