Kamis, Oktober 1, 2020
  • Pendidikan
  • TV Literasi

Kemendikbud Buka Seleksi Seniman Mengajar

Baca Juga

JAKARTA – Kementerian Pendidikan melalui Direktorat Kesenian, Direktorat Jenderal Kebudayaan, akan menjalankan kegiatan Seniman Mengajar pada tahun ini. Kegiatan “Seniman Mengajar” adalah program berupa kegiatan seniman yang mengajar berbagai bidang kesenian kepada masyarakat, komunitas, atau sanggar, di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Pendaftaran seleksi Seniman Mengajar untuk gelombang pertama dibuka pada 15 Maret hingga 10 April 2017.

“Program “Seniman Mengajar” bertujuan mendorong para seniman berbagi ilmu dan pengalamannya kepada masyarakat di daerah 3T,” tulis Kemendikbud dalam rilis hari ini, Selasa (21/3).

Lebih lanjut dijelaskan, melalui program ini diharapkan masyarakat di daerah 3T dapat lebih terbuka wawasannya tentang kebudayaan Indonesia. Selain itu, masyarakat juga dapat menjalin kerja sama dengan seniman sehingga dapat meningkatkan kualitas ekspresi seni dan penguatan identitas budaya di daerah 3T. Pada akhir masa belajar, para seniman dapat mempresentasikan apa yang telah dikerjakannya di daerah pelaksanaan kegiatan.

Gelombang pertama Seniman Mengajar akan berlangsung pada bulan Mei 2017. Pelaksanaan gelombang pertama bertempat di tiga daerah 3T, yaitu Natuna (Kepulauan Riau), Kapuas Hulu (Kalimantan Barat), dan Belu (Nusa Tenggara Timur). Kegiatan akan berlangsung selama 20 hari, dengan pola pengembangan residensi. Di akhir kegiatan, seniman menyerahkan laporan tertulis atau berupa video hasil kegiatan yang disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan seniman.

Dalam program Seniman Mengajar ditekankan prinsip-prinsip partisipatif, dialogis, dan transformasi. Format kegiatan residensi seniman dalam kurun waktu yang ditentukan dengan selesainya target paket kegiatan. Gelombang kedua Seniman Mengajar akan dilaksanakan pada bulan Agustus 2017. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi wadah bagi seniman untuk berbagi ilmu dan keahlian dengan seniman lokal yang mewakili sanggar atau komunitas.

EDITOR: Iwan S

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terpopuler

Kitab Kuning, (Apakah) Sudah Terlupakan?

Ada banyak nama sebagai sebutan lain dari kitab yang menjadi referensi wajib di pesantren ini disebut “kitab kuning” karena memang kertas yang digunakan dalam kitab-kitab tersebut berwarna kuning.

Inilah 14 Dosen IAIN Pekalongan Yang Lolos Nominee Bantuan Hibah Kemenag 2020

Pengumuman nominee tersebut merujuk pada Surat Keputusan yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia (Dirjen Pendis Kemenag RI) Nomor 5042 Tahun 2019, tertanggal 10 September 2019.

Berita Terkait

close