Jumat, Mei 27, 2022
  • TV Literasi

Kemendibud Bagikan Hampir 2 Juta Tablet Dalam Rangka Program Digitalisasi Sekolah

Baca Juga

JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan membagikan komputer tablet untuk fasilitas belajar ke lebih dari 36.000 sekolah di Indonesia sebagai bagian program Digitalisasi Sekolah.

“Akhir tahun ini kita akan menggulirkan program Digitalisasi Sekolah yang sudah kita rencanakan dua tahun lalu dalam rangka menginstitusionalisasikan proses inovasi pembelajaran,” kata Mendikbud Muhadjir Effendy dalam konferensi pers di Kemendikbud, di Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (17/9).

Peluncuran secara resmi program tersebut akan ditandai dengan pembagian tablet kepada 1.142 siswa segala jenjang pendidikan di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau pada Rabu (18/9).

Menurut Mendikbud Muhadjir, Kemendikbud siap meluncurkan platform digital setelah selesai mempersiapkan platform digital Rumah Belajar untuk mendukung proses pembelajaran menggunakan gawai.

Penyediaan gawai seperti tablet dan komputer akan dilakukan secara bertahap hingga mampu menggapai 36.281 sekolah pada 2019.

Kemendikbud sudah menganggarkan bantuan sarana gawai itu menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Afirmasi dan Kinerja yang berarti pembagian gawai akan mengincar sekolah di daerah-daerah terdepan, terluar, dan terbelakang (3T) dan sekolah dengan kinerja baik.

Pembagiannya melalui BOS Afirmasi diperuntukkan kepada 30.277 sekolah dan 1.061.233 siswa. Gawai dan peralatan yang disalurkan melalui BOS Kinerja akan diberikan kepada 6.004 sekolah dan 692.212 siswa.

Sesuai dengan visi Presiden Joko Widodo untuk membangun pinggiran, ujar Muhadjir, maka program Digitalisasi Sekolah akan dimulai dari daerah pinggiran dan akan bergerak ke daerah yang lebih maju.

Permasalahan konten mendapatkan perhatian utama dari Kemendikbud, hingga akhirnya memakan waktu persiapan sekitar dua tahun. Platform Rumah Belajar sebenarnya sudah diluncurkan sejak 2011 dan dapat diakses secara gratis melalui portal Kemdikbud.

“Sekarang kita anggap sudah siap kontennya, dan kita siapkan sarana dan prasarana pendukung sehingga bisa dimanfaatkan dan diakses seluruh sekolah di Indonesia,” kata Muhadjir.

SumberAntara

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terpopuler

Kursus Bahasa Indonesia di Universitas BBS Hungaria

JAKARTA - Budapest Business School (BBS), University of Applied Science, Hungaria, membuka kelas Bahasa Indonesia sebagai salah satu kursus bahasa yang dipilih mahasiswanya untuk...

Tingkat Literasi Pelajar Indonesia Masih Rendah, Inilah Hasil Survei PISA

Kompetensi membaca pelajar Indonesia menurut hasil survei PISA 2015 meraih nilai 397. Angka ini jauh di bawah  rata-rata OECD sebesar 493. Demikian pula skor kompetensi matematika hanya 386, tertinggal dari rata-rata OECD sebesar 490.

Perpustakaan Tulungagung Dapat Tambahan Koleksi Sebanyak 586 Judul Buku

Sebanyak 586 judul buku baru tersebut terdiri dari 365 judul dalam bentuk buku elektronik (e-book), dan 221 judul dalam bentuk buku fisik dengan jumlah buku sebanya 275 buah.

Luar Biasa, 80 Persen Siswa di Sekolah Ini Langsung Diterima Bekerja di Industri

“Sekolah kami untuk siap kerja, bukan untuk kuliah. Kami bisa menerima siswa yang ingin kuliah, tetapi kami utamakan (perguruan tinggi) yang sudah kerja sama (dengan kami),” ujar Kepala Sekolah.

Berita Terkait

close