Selasa, Februari 18, 2020
  • Peristiwa
  • TV Literasi

Kedapatan Ikut Demo dan Bawa Senjata Tajam, 2 Siswa Ini Dikeluarkan dari Sekolah

Baca Juga

PURWOREJO – Sebuah sekolah di kota Magelang mengeluarkan dua orang siswanya dari sekolah. Pasalnya, kedua siswa tersebut kedapatan ikut demo mahasiswa di Magelang dan membawa senjata tajam.

Diberitakan detik.com, siswa yang berinisial ATS (17) dan MAH (17) tersebut terjaring razia yang dilakukan polsek Bener, Kamis (26/9), dan saat diperiksa ditemukan senjata tajam. Keduanya langsung diamankan ke Mapolsek Bener bersama puluhan siswa lain.

“Per hari ini, kami keluarkan mereka berdua dari sekolahan karena sudah mengarah ke kriminal, kami tidak ragu-ragu yang melanggar kami tindak tegas. Setelah keluar nanti terserah orang tua mau melanjutkan dimana atau nunggu arahan dari dinas monggo, yang nangani dinas provinsi,” kata Ketua Pembina sekolah tempat kedua siswa tersebut sekolah, Drs Arie Edy Prasetyo, MBA yang meminta identitas sekolah tak diberitakan, di kantornya, Senin (30/9).

Tindakan tegas itu dilakukan, kata Arie, demi menjaga nama baik sekolah sekaligus memberi pelajaran kepada siswa yang bersangkutan dan juga siswa lain agar disiplin.

“Tujuan diberi tindakan tegas bukan hanya untuk anak yang bersangkutan saja tapi juga untuk yang lain sebagai shock terapi. Tadi anak-anak juga mengucapkan ikrar agar secara psikologis terbentuk jiwa disiplin, diharapkan tidak melanggar ikrar itu. Isi ikrar antara lain tidak mendukung demonstarasi yang anarkis, cinta Pancasila, setia kepada UUD 45 dan NKRI karena NKRI harga mati,” jelasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, ajakan mengikuti demo melalui medsos dan pesan WA yang tersebar secara berantai juga terjadi di Purworejo sejak Rabu (25/9). Sasarannya adalah para pelajar STM/ SMK seluruh Purworejo. Dalam pesan dengan hashtag #PURWOREJO BEEGERAK tersebut, seluruh siswa STM diajak untuk berangkat mengikuti aksi di Magelang yang digelar pada Kamis (26/9) siang.

Untuk mencegah keberangkatan para siswa ke Magelang, pihak sekolah pun berkoordinasi dengan petugas polisi. Salah satu tindakan preventif polisi adalah dengan menggelar razia di Jalan Magelang-Purworejo.

Hingga kini, ajakan untuk melakukan aksi serupa juga masih beredar bahkan secara masif akan digelar di berbagai daerah. Untuk mencegah hal itu terulang kembali, pihak sekolah pun terus berkoordinasi dengan pihak keamanan. Pihak polres pun melakukan patroli ke sekolah-sekolah untuk melakukan tindakan pencegahan.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolres Purworejo, AKBP Indra Kurniawan Mangunsong menambahkan polisi akan mendatangi sekolah-sekolah untuk mengimbau para siswa untuk tak ikut turun ke jalan.

“Nanti semua sekolah akan kami datangi. Kami imbau bahwa anak sekolah untuk tidak ikut ke jalan. Jika ada ajakan melalui WA atau medsos tolong dicermati untung ruginya, nanti yang rugi almamaternya dan kita sendiri. Jangan gampang diprovokasi. Anak-anak itu wajibnya belajar dengan baik. Semoga tidak terulang lagi (siswa ikut demo),” kata Kapolres Purworejo, AKBP Indra Kurniawan Mangunsong.

Sumberdetik.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terpopuler

Mulai 2020, Dana BOS Tidak Boleh Lagi Digunakan Untuk Gaji Guru Honorer

Hal itu dilakukan pemerintah, jelas Muhadjir, karena menimbulkan masalah bagi sekolah yang fasilitas operasionalnya tidak terpenuhi akibat BOS banyak terpakai untuk membayar gaji guru honorer.

Berita Terkait

close