Jumat, November 27, 2020
  • Pendidikan
  • TV Literasi

Kasus Pencabulan Siswa, Sekolah Dinilai Tidak Peka Terhadap Aduan Orang Tua Korban

Baca Juga

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Kasus pencabulan pada siswa yang terjadi di sekolah swasta di Surabaya, sebenarnya bisa diatasi sejak awal jika pihak sekolah peka terhadap aduan orang tua korban. Hal ini diungkapkan Ketua Dewan Pendidikan Surabaya, Martadi.

“Pihak sekolah seharusnya peka dengan segala aduan dan keluhan orang tua untuk segera menindak lanjuti agar kasus itu bisa diatasi, bukan menunggu dilaporkan,” kata Martadi saat dikonfirmasi SERUJI, Jumat (23/2).

Diungkapkan oleh Martadi, bawah kasus tersebut sudah terjadi sejak akhir tahun 2017, namun pihak sekolah tidak segera mengambil langkah untuk menyelesaikan masalah.

“Setelah ditelusuri lebih jauh maka muncul kasus yang sebenarnya terjadi,” katanya.

Dewan Pendidikan Surabaya (DPS), kata Martadi telah memberikan rekomendasi kepada pihak terkait. Dintara rekomendasi tersebut adalah pemberian sanksi kepada pihak sekolah yang tidak responsif.

Baca juga: Prihatin Kasus Pencabulan Guru ke Siswa, Berikut Rekomendasi Dewan Pendidikan Surabaya

“Selain memberi sanksi pemberhentian pada pelaku, juga melakukan klarifikasi ke sekolah kenapa tidak responsif atas aduan orang tua dan memberikan sanksi ke sekolah sesuai peraturan yang berlaku,” tukas Martadi.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, terungkan seorang guru di sebuah sekolah SD swasta di Surabaya yang berinisial, MSH, telah melakukan pencabulan kepada siswanya. Berdasarkan data pengaduan yang masuk ke Polda Jawa Timur, tercatat ada 65 korban. (Devan/Hrn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terpopuler

Perpustakaan Tulungagung Dapat Tambahan Koleksi Sebanyak 586 Judul Buku

Sebanyak 586 judul buku baru tersebut terdiri dari 365 judul dalam bentuk buku elektronik (e-book), dan 221 judul dalam bentuk buku fisik dengan jumlah buku sebanya 275 buah.

Inilah 14 Dosen IAIN Pekalongan Yang Lolos Nominee Bantuan Hibah Kemenag 2020

Pengumuman nominee tersebut merujuk pada Surat Keputusan yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia (Dirjen Pendis Kemenag RI) Nomor 5042 Tahun 2019, tertanggal 10 September 2019.

Sleepover dan Membangun Karakter

Di luar itu semua, ada juga yang kombinasi dari beberapa alasan di atas. Apa pun alasannya, kegiatan sleepover ternyata bermanfaat untuk membangun kohesi sosial, keterikatan serta pembangunan karakter, saling memahami, dan membangun sifat toleransi

Berita Terkait

close